Hoaks! Polda Metro Jaya Tepis Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 28 Juli 2026 | 12:40 WIB
Hoaks! Polda Metro Jaya Tepis Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto [Dok. Polda Metro Jaya]

astakom.com, Jakarta — Berita bohong alias hoaks murni soal penembakan ajudan atau sopir mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Cipete sempat bikin geger media sosial dan grup WhatsApp.

Menurut akun @kementerian_kurangajar dan sejumlah pesan berantai di grup WhatsApp, ajudan atau sopir Febrie tewas di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Budi Hermanto, langsung turun tangan menepis kabar simpang siur tersebut.

“Sejauh ini kami sudah mengonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan, itu adalah hoaks,” kata Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/07/2026).

“Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tutur Budi.

Beredar foto korban dengan mulut berbusa

Isu penembakan ini sengaja digoreng setelah Sutrimo, terduga Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie Adriansyah, ditemukan tak sadarkan diri di Kebayoran Baru pada Kamis (23/07/2026) pagi.

Meski sempat beredar foto korban dengan kondisi mulut berbusa, dokter RS Muhammadiyah Taman Puring menegaskan tidak menemukan indikasi tersebut saat korban dinyatakan meninggal dunia (death on arrival).

Tanpa adanya pemeriksaan medis lanjutan, jasad korban langsung dibersihkan dan diserahkan ke pihak penjemput untuk dimakamkan di Banyumas.

Polisi pertimbangkan opsi ekshumasi

Karena penyebab kematiannya masih misterius, polisi kini mengkaji opsi ekshumasi atau pembongkaran makam demi kepentingan identifikasi mendalam.

"Ekshumasi itu dilakukan nanti apabila untuk menentukan, kita mencari tahu akibat kematian seseorang. Nah, ini kan ada tahapan-tahapan. Maka tahapannya nanti itu sudah tahap akhir, nanti akan dilakukan ekshumasi," tutur  Budi kepada wartawan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/07/2026).

Polisi masih dalami fakta

Kilas balik kejadian, Sutrimo awal mulanya ditemukan pingsan di area Klinik Mordent sebelum dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini, kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah korban murni meninggal karena sakit atau ada indikasi foul play (tindak pidana pembunuhan).

Demi mengungkap tabir kasus ini sampai tuntas, penyidik saat ini sibuk mengumpulkan fakta dari saksi kunci, rekam medis, hingga log pemesanan ambulans.

Mengingat korban merupakan Karumga rumah dinas eks Jampidsus, polisi menegaskan proses pendalaman masih terus berjalan secara terukur dan berbasis fakta saintifik. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Kasus ini jadi pengingat bahwa informasi yang viral belum tentu benar. Di tengah penyelidikan penyebab kematian yang masih berlangsung, polisi menegaskan kabar penembakan adalah hoaks dan meminta publik menunggu hasil penyidikan berbasis bukti. Di era informasi serba cepat, verifikasi tetap lebih penting daripada ikut menyebarkan spekulasi.

Febrie Adriansyah Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto Sutrimo Hoaks

Infografis

Terkini