IPB Spill Cara Simpan Daging Kurban yang Benar Biar Tetap Aman dan Empuk Walau Tak Langsung diolah
astakom.com, Jakarta – Momen Iduladha identik dengan stok daging kurban yang melimpah di rumah. Tapi, cara menyimpan yang asal-asalan justru bisa bikin kualitas daging cepat turun, bau, hingga berisiko terkontaminasi bakteri.
Pakar dari IPB University pun membagikan tips penting agar daging kurban tetap aman, tahan lama, dan enak saat diolah.
Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Dr Tuti Suryati, menjelaskan ada beberapa langkah awal yang wajib dilakukan setelah menerima daging kurban. Salah satunya adalah memisahkan daging dan jeroan sebelum dicuci menggunakan air bersih apabila terdapat kotoran yang menempel.
“Setelah dicuci, daging perlu ditiriskan hingga tidak ada lagi air yang menetes di permukaannya. Daging kemudian dikemas sesuai kebutuhan, misalnya per 250 gram atau 500 gram,” jelas Dr Tuti dalam keterangan resmi IPB University.
Jangan asal simpan
Menurut Dr Tuti, daging kurban sebaiknya langsung dikemas berdasarkan porsi kebutuhan keluarga sebelum dimasukkan ke freezer. Cara ini dinilai lebih praktis sekaligus menjaga kualitas daging tetap baik saat akan digunakan kembali.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan jeroan mentah terlalu lama di freezer. “Jeroan sebaiknya sudah dimasak terlebih dahulu apabila ingin disimpan dalam kondisi beku,” ujarnya.
Selain itu, proses thawing atau pencairan daging beku juga tidak boleh sembarangan. Daging disarankan dicairkan di dalam kulkas, direndam menggunakan air dingin tanpa membuka kemasan, atau memakai microwave.
Hindari thawing sembarangan
Melansir dari laman resmi IPB pada Kamis, (28/5/2026) Dr Tuti menegaskan masyarakat sebaiknya tidak mencairkan daging beku di suhu ruang tanpa kemasan karena dapat memicu pertumbuhan bakteri. Ia juga mengingatkan agar daging yang sudah dicairkan tidak dibekukan kembali.
“Daging beku harus di-thawing dengan cara yang benar dan dipanaskan,” katanya.
Dalam proses memasak, daging juga tidak dianjurkan langsung diolah saat masih dalam kondisi beku karena dapat membuat teksturnya lebih alot.
Biar empuk dan sehat
Supaya hasil olahan lebih sehat dan lezat, Dr Tuti menyarankan penggunaan bumbu kaya antioksidan serta teknik memasak dengan suhu dan waktu yang tepat. Daging juga harus dimasak hingga matang sempurna, baik direbus, dipanggang, dibakar, maupun digoreng.
Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak memasak daging hingga gosong, terutama pada sate atau daging bakar karena berpotensi kurang baik bagi kesehatan.
Untuk membuat sate lebih empuk, Dr Tuti membagikan trik sederhana yang sering dipakai masyarakat Indonesia, yakni menggunakan parutan nanas atau membungkus daging dengan daun pepaya sebelum dimasak.
Langkah-langkah sederhana ini dinilai penting agar stok daging kurban di rumah tetap aman dikonsumsi, tahan lama, dan tidak terbuang sia-sia selama momen Iduladha.(deA/aRsp)










