Pemerintah dan BI Jaga Yield Obligasi Tetap Stabil di Tengah Upaya Jaga Kurs Rupiah
astakom.com, Jakarta - Perlemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terus disikapi sama pemerintah. Perlemahan kurs Rupiah terhadap dolar AS yang per hari ini, Kamis (28/05/2026) tembus ke angka Rp17.848,75 per dolar AS, sejalan dengan derasnya arus modal keluar (capital outflow) akibat ekspektasi pengetatan moneter di AS.
Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan memaparkan pengaruh perlemahan Rupiah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Respons itu sekaligus menjawab soal upaya mengukur ketahanan (stress test) terhadap APBN yang sudah dihitung sebelumnya.
"Nggak, kami sudah hitung. Pada waktu simulasi harga minyak dunia mencapai USD100 per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kami perhitungkan. Jadi nggak ada masalah, saya nggak harus hitung ulang APBN-nya," katanya saat kepada wartawan usai sholat Iduladha di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Kamis (28/05/2026).
Purbaya meng-highlight tren imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang terus turun. Menurutnya, hal ini terjadi karena intervensi Kemenkeu bersama Bank Indonesia (BI) buat serap obligasi di pasar sekunder.
Pastikan keamanan investor
Menkeu juga pastikan pemerintah akan ada di pasar untuk jaga yield obligasi pemerintah nggak volatil. Strategi ini dilakukan untuk memastikan investor tetap aman dalam membeli surat berharga negara (SBN).
"Walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di bendahara, untuk sedikit membeli (SBN), supaya yield-nya agak terkendali. Selama bond market (pasar obligasi) terkendali, kemampuan investor asing untuk melakukan investasi dan bond kita akan terjaga juga," katanya.
Modal asing mulai masuk
Pemerintah juga udah mendeteksi masuknya modal asing ke pasar obligasi baru-baru ini. Hal itu jadi sinyal positif kalau investor global masih percaya sama kekuatan fundamental ekonomi Indonesia meskipun nilai tukar lagi terkoreksi.
Lebih lanjut lagi, Kemenkeu juga lagi siapin langkah-langkah strategis lanjutan yang diproyeksi bisa ngasih efek penguatan pada nilai tukar Rupiah dalam waktu dekat.
Langkah pemerintah ke depan buat jaga Rupiah
Purbaya juga bilang kalau ketahanan ekonomi domestik yang baik menjadi faktor kunci kenapa Rupiah nggak jatuh lebih dalam kalau dibandingin sama kondisi negara tetangga. Menkeu juga optimis koordinasi antara lintas lembaga bisa membawa Rupiah kembali ke level yang lebih mencerminkan fundamental.
"Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu untuk menguatkan rupiah secara signifikan. Ini terjadi karena fundamental ekonomi Indonesia bagus," katanya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Rupiah tembus Rp17.848 per dolar AS dipicu capital outflow dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang makin ketat. Pemerintah bilang kondisi APBN masih sesuai simulasi awal dan pasar obligasi tetap dijaga biar nggak terlalu volatil. Di tengah tekanan kurs, arus modal asing ke obligasi mulai terpantau masuk lagi.










