Jemaah Haji Indonesia Lengkap di Mina, Kemenhaj Pastikan Layanan Lancar

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 28 Mei 2026 | 17:34 WIB
Jemaah Haji Indonesia Lengkap di Mina, Kemenhaj Pastikan Layanan Lancar
Jemaah Haji Indonesia Lengkap di Mina, Kemenhaj Pastikan Layanan Lancar (Kemenhaj RI)

astakom.com, Jakarta Kementerian Haji dan Umrah RI menjamin pergerakan seluruh jemaah haji Indonesia selama fase puncak Armuzna berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyatakan kalau seluruh jemaah haji Indonesia telah bergeser dari Arafah ke Muzdalifah, dan kini telah sampai di Mina untuk melaksanakan mabit serta lontar jumrah.

Pergerakan Armuzna berjalan sesuai rencana

“Alhamdulillah seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ucap Maria dikutip oleh astakom pada Kamis, (28/05/2026).

Maria menambahkan kalau kesuksesan di fase Armuzna merupakan buah dari kolaborasi petugas Indonesia dan pihak Arab Saudi, ditambah sikap disiplin jemaah yang mengikuti aturan sepanjang puncak ibadah haji.

"Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, halus, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama lancarnya pergerakan Armuzna tahun ini,” tuturnya.

Maria menambahkan, prioritas pelayanan kini dialihkan untuk mendampingi jemaah selama di Mina, terutama saat prosesi melontar jumrah aqabah hingga hari-hari tasyrik ke depan.

Ratusan petugas siaga di Jalur Jamarat

Sebanyak 751 petugas haji disebar di area Mina, mulai dari tenda-tenda jemaah hingga ke berbagai pos layanan di sepanjang rute menuju Jamarat. Di samping itu, personel tambahan juga disiagakan di kawasan Masjidil Haram.

Seluruh petugas tersebut dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc, di mana setiap satuan memegang tanggung jawab untuk mengawasi 11 hingga 13 maktab atau area tenda jemaah.

“Penguatan layanan ini dilakukan agar jamaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ucap Maria.

Kemenhaj turut mengimbau jemaah agar selalu menaati jadwal melontar jumrah yang sudah ditetapkan. Jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di siang hari, mengingat suhu udara di Mina bisa melonjak hingga 41 derajat Celsius.

Imbauan hindari cuaca panas ekstrem

"Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melakukan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan padat. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti Arah petugas,” ucap Maria.

Ia juga menyarankan jemaah Indonesia agar melewati jalur dua atau jalur atas yang menjadi rute resmi menuju Jamarat, guna meminimalkan potensi kepadatan dan mendukung kelancaran bersama.

​Di samping itu, Maria menekankan pentingnya menjaga kebugaran selama di Mina. Jemaah disarankan untuk rutin minum air putih, makan tepat waktu, memakai payung atau pelindung kepala saat keluar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak.

Prioritas pendampingan lansia

"Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami mohon keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ucapnya.

Bersamaan dengan momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah turut menyampaikan ucapan selamat merayakan hari besar tersebut kepada seluruh umat Muslim.

“Kami mendoakan seluruh jamaah haji Indonesia yang diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” ucap Maria. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway: 

Move dari Arafah ke Mina sukses total berkat netizen haji yang super disiplin dan kolaborasi mantap antarpetugas. Mengingat cuaca di Mina lagi hot-hotnya sampai 41°C, Kemenhaj wanti-wanti jemaah buat skip melontar jumrah di jam 10 pagi - 2 siang demi menghindari heatstroke, plus selalu prioritaskan jaga jemaah lansia. Stay hydrated and stay safe, guys!

Jemaah Haji Indonesia Armuzna Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Haji 2026

Infografis

Terkini