Ini Diaa.. Keseruan dan Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Negara!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Kamis, 28 Mei 2026 | 20:18 WIB
Ini Diaa.. Keseruan dan Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Negara!
Ini Diaa.. Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Negara! (Freepik)

astakom.com, Jakarta – Peringatan Idul Adha yang jatuh saban 10 Dzulhijjah senantiasa membawa pesan mendalam tentang arti keikhlasan dan pengorbanan. Hari besar Islam ini berakar dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS, yang dengan penuh keteguhan hati siap menjalankan perintah Allah SWT untuk mengorbankan putra tercintanya.

Meski memiliki makna spiritual yang sama di seluruh dunia, Idul Adha selalu dirayakan dengan tradisi unik khas budaya lokal di tiap negara. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut deretan tradisi unik perayaan Idul Adha di berbagai negara:

1.Arab Saudi: Arab Saudi memiliki tradisi khas saat Idul Adha, yakni menjadikan unta sebagai salah satu hewan kurban utama. Daging hasil sembelihan tersebut nantinya didistribusikan secara masif, mulai dari pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal hingga dikirim ke berbagai negara di kawasan Asia Tengah, Selatan, dan Afrika.

Dari kuliner gurih dan berbagi manisan

2. Turkiye: Di Turkiye, Idul Adha selalu menjadi potret hangatnya kebersamaan dan tingginya kepedulian antarsesama. Kegiatan kurban di negara ini dikelola secara apik dan terorganisir, di mana dagingnya langsung dibagikan kepada kerabat terdekat dan kaum duafa. Selain ritual keagamaan, Idul Adha juga diwarnai keceriaan anak-anak lewat tradisi “şeker toplama”.

Mengenakan pakaian terbaiknya, mereka berbondong bondong mengetuk pintu rumah warga demi mendapatkan bingkisan manis berupa cokelat dan permen, membuat hari raya terasa kian semarak.

Siasat lebaran di lahan terbatas

3. Pakistan: Pakistan merayakan Idul Adha sebagai hari libur resmi selama empat hari berturut-turut. Tradisi di sana dimulai dengan pelaksanaan salat Id oleh kaum pria, yang kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban bersama keluarga besar.

Untuk menyiasati lahan, warga apartemen biasanya mendirikan tenda bersama sebagai tempat penitipan hewan kurban. Selain diolah menjadi menu khas seperti biryani dan nihari untuk menjamu tamu, daging kurban tersebut juga disalurkan kepada kerabat dekat, tetangga, hingga masyarakat miskin.

4. Tajikistan: Merayakan Idul Adha, masyarakat Tajikistan memulainya dengan bersilaturahmi ke rumah kerabat setelah salat Id, di mana anak-anak akan mengenakan baju terbaik mereka untuk menerima manisan serta uang saku.

Keunikan lain terletak pada tradisi memasak, di mana anak-anak ikut menyiapkan sajian multi-tahap mulai dari buah dan biskuit sebagai pembuka, menu utama olahan daging kurban, hingga hidangan penutup yang manis.

Menjunjung tinggi nilai kebersamaan, hidangan lebaran di setiap rumah warga Tajikistan ini bebas dinikmati oleh tetangga mana pun yang bertamu.

5. Kanada: Menjelang perayaan Idul Adha dan Idul Fitri, The Muslim Association of Canada (MAC) kerap menyelenggarakan festival besar yang memadukan karnaval dengan kompetisi olahraga.

Acara tahunan komunitas Muslim Kanada ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mendapat atensi dari para tokoh politik setempat yang hadir untuk memberikan ucapan selamat hari raya secara resmi.

6. Iran: Berbeda dari kebanyakan negara yang menyajikan makanan manis, hidangan Idul Adha di Iran justru didominasi rasa gurih dan asin. Daging hasil kurban di negara tersebut biasanya diolah menjadi menu populer seperti kebab dan haleem, sebuah hidangan daging rebus tradisional yang disajikan bersama campuran gandum atau jelai.

Simbol keberkahan dan estetika hewan kurban

7. Maroko:  Di Maroko, semarak Idul Adha diawali seminggu sebelumnya melalui penjualan hewan kurban yang telah dipersiapkan dengan baik oleh para peternak setempat. Menariknya, tiga hari menjelang hari raya, masyarakat Maroko memiliki tradisi unik membalurkan henna pada tanduk hewan kurban mereka. Praktik ini dipercaya oleh warga lokal sebagai simbol kebaikan dan membawa keberkahan pada momentum hari raya tersebut.

Rezeki nmplok 

8. Filipina: Di Filipina, Idul Adha dirayakan selama satu hari dan menjadi hari libur resmi di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim, kecuali di kota-kota besar. Salah satu tradisi unik yang paling dinanti dalam perayaan di negara ini terjadi setelah momen makan bersama keluarga; pemilik rumah akan menaruh uang di bawah kursi, yang kemudian menjadi hak milik bagi siapa pun yang duduk di atasnya.

Berbagai keunikan perayaan Idul Adha di sejumlah negara menjadi bukti bahwa meski dikemas dalam tradisi budaya yang berbeda, esensi hari raya ini tetap sama. Idul Adha bukan hanya sekadar momentum menjalankan ibadah, melainkan juga wujud nyata dari tingginya rasa kepedulian dan kehangatan kebersamaan global.

Gen Z Takeaway:

Meski cara selebrasinya beda-beda ada yang berburu hunting permen, ngasih henna ke kambing, sampai dapet surprise uang di bawah kursi vibes Idul Adha di seluruh dunia itu tetep sama. Intinya ada di core value yang universal: belajar ikhlas, saling berbagi, dan mempererat connection sama sesama tanpa mandang batas negara.

Idul Adha Idul Adha 2026 Berbagai Negara internasional

Infografis

Terkini