BMKG: El Nino Sedang Berkembang, Tapi Potensi Hujan Masih Tinggi Sepekan ke Depan
astakom.com, Jakarta - Cuaca di sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan masih didominasi hujan dalam sepekan ke depan meski fenomena El Nino mulai berkembang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih aktif dan mendukung pembentukan awan hujan di berbagai daerah.
Melansir dari unggahan Instagram resmi BMKG, kemarin (24/5/2026), BMKG menjelaskan beberapa faktor atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, Rossby, hingga sirkulasi siklonik masih berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan di Indonesia. Karena itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah selama periode 22–28 Mei 2026.
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem berupa petir dan angin kencang di beberapa daerah. Wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Maluku, hingga Papua.
Dinamika atmosfer berpengaruh
BMKG menyebut aktivitas dinamika atmosfer tropis saat ini masih cukup kuat memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Fenomena MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby masih aktif bergerak di sekitar wilayah Indonesia sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
Kondisi tersebut membuat potensi hujan masih tinggi meski Indonesia mulai memasuki periode perkembangan El Nino di Samudra Pasifik.
El Nino sedang berkembang
Fenomena El Nino disebut mulai berkembang, namun pengaruhnya terhadap penurunan curah hujan di Indonesia belum dominan. BMKG menegaskan kondisi atmosfer yang masih aktif membuat pembentukan hujan tetap terjadi di berbagai wilayah.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap cuaca panas pada pagi atau siang hari sebagai tanda musim kemarau sudah sepenuhnya datang.
Cuaca ekstrem diwaspadai
BMKG memperkirakan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi hingga akhir Mei 2026. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat di sejumlah daerah.
Masyarakat diimbau rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. (deA/aNs)












