Kesaksian Relawan WNI: Ada yang Disiksa Kejam hingga Alami Luka Berat di Tahanan Israel
astakom.com, Jakarta – Sejumlah relawan asal Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 membeberkan dugaan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi yang mereka alami selama berada di tahanan militer Israel.
Herman Budianto, salah satu relawan asal Indonesia, mengungkapkan kalau kekerasan fisik dan tekanan psikologis dialami oleh para peserta dari berbagai negara selama empat hari mendekam di tahanan.
"Penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh Tentara Israel itu nyata. Sangat keji, sangat brutal,” ucap Herman pada saat tiba di Bandara Soekarno Hatta dikutip oleh astakom pada Senin, (25/5/2026).
Kekerasan fisik dan luka berat
Herman menjelaskan kalau aksi kekerasan itu memicu luka berat bagi para relawan lintas negara, seperti dari AS dan Prancis. Menurutnya, ada sekitar 40 korban yang mengalami patah tulang, mulai dari bagian rusuk, tangan, kaki, serta patah hidung.
Selain kekerasan fisik, Herman juga membeberkan adanya dugaan pelecehan seksual yang menimpa sejumlah relawan, baik pria maupun wanita.
Sel tahanan tidak manusiawi
Tak hanya mengalami dugaan kekerasan fisik, Herman turut membeberkan kondisi penahanan yang dinilainya jauh dari kata manusiawi. Ia mengungkapkan kalau para relawan dipaksa berjalan merangkak, diwajibkan terus menunduk, serta dilarang keras menatap wajah sipir penjara.
Di dalam ruang tahanan, mereka juga harus beristirahat di lantai yang lembap dan basah tanpa fasilitas selimut, sementara baju yang melekat di tubuh para relawan berada dalam kondisi basah kuyup.
Semangat juang tak pernah padam
Meski demikian, Herman menekankan bahwa perlakuan buruk yang mereka alami sama sekali tidak mematahkan semangat para relawan untuk tetap menyuarakan isu Palestina.
“Kami ini hanya debu-debu yang beterbangan. Yang kami lakukan sangat kecil sekali untuk Palestina, karena saudara-saudara kita di Palestina jauh lebih menderita,” tuturnya. (nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
Nggak cuma fisik yang dihajar sampai patah tulang, mental para relawan GSF 2.0 juga ditekan habis-habisan lewat kondisi sel yang super nggak manusiawi. Tapi plot twist-nya, trauma brutal ini sama sekali gak bikin nyali mereka ciut buat terus menyuarakan kemerdekaan Palestina. Big respect buat dedikasi mereka yang menganggap siksaan ini belum ada apa-apanya dibanding penderitaan nyata warga di sana. True heroes definition!














