MPR Respons Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar: Gercep Evaluasi dan Nonaktifkan Juri-MC!

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Selasa, 12 Mei 2026 | 16:19 WIB
MPR Respons Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar:  Gercep Evaluasi dan Nonaktifkan Juri-MC!
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Tangkapan layar YouTube MPR RI)

astakom.com, JakartaMPR RI gerak cepat melayangkan permohonan maaf resmi terkait drama yang terjadi di Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Hal ini dilakukan setelah pelaksanaan lomba dinilai red flag karena tidak memenuhi standar sportivitas yang seharusnya menjadi core value acara tersebut.

MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” tulis keterangan resmi MPR melalui akun Instagram @mprgoid, Selasa (12/5/2026).

Pihak MPR RI menegaskan bahwa dalam kompetisi sekelas LCC Empat Pilar, objektivitas adalah harga mati dan tidak bisa ditawar.

Juri hingga MC dinonaktifkan

Tidak pakai lama, MPR langsung mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan seluruh dewan juri hingga MC yang bertugas di acara tersebut.

Keputusan untuk me-nonaktifkan juri dan pembawa acara ini merupakan bentuk komitmen institusi agar prinsip keadilan tetap terjaga dan tidak bikin trust issue di kalangan peserta.

“Mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” ungkap MPR.

Evaluasi menyeluruh

Sebagai langkah lanjutan, MPR akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk  mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulisnya.

MPR juga memberikan apresiasi setinggi-langit bagi para siswa, guru, panitia daerah, dan netizen yang sudah vokal menyuarakan kejanggalan di lapangan.

Background kejadian

Polemik ini berawal pas hari Sabtu (9/5/2026) kemarin di Pontianak, suasana tuh sebenernya udah heated banget karena sembilan sekolah lagi war otak buat jadi yang terbaik.

Akhirnya, tersisalah tiga sekolah paling slay yang masuk babak final, yaitu SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Tapi, keadaan mendadak jadi awkward pas masuk sesi rebutan. Waktu itu ada pertanyaan soal lembaga mana yang wajib kasih pertimbangan ke DPR kalau mau milih anggota BPK.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak gercep buat jawab duluan, tapi entah gimana ceritanya juri malah nge-judge jawaban mereka salah dan langsung kasih pengurangan lima poin. Pas dilempar ke Regu B dari SMAN 1 Sambas, juri malah bilang jawaban mereka bener.

Sontak hal ini bikin Regu C langsung protes keras karena mereka ngerasa jawaban yang mereka kasih itu sama persis sama Regu B. Meski begitu, hasil akhir perlombaan tetap tidak berubah.(aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Polemik LCC Empat Pilar di Kalbar jadi reminder kalau transparansi dan sportivitas itu basic value yang nggak boleh miss dalam kompetisi pelajar. Langkah MPR yang langsung minta maaf, menonaktifkan juri dan MC, sampai janji evaluasi total nunjukin pentingnya menjaga trust peserta dan publik. Karena di era sekarang, kesalahan teknis kecil pun bisa cepat jadi trust issue kalau fairness-nya dipertanyakan.

Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR MPR RI Lomba Cerdas Cermat

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB