Cari 2 WNA dan 1 WNI, BNPB Warning Bahaya Nekat Mendaki Saat Erupsi Gunung Dukono

Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 9 Mei 2026 | 17:00 WIB
Cari 2 WNA dan 1 WNI, BNPB Warning Bahaya Nekat Mendaki Saat Erupsi Gunung Dukono
Kolom abu berwarna putih kelabu kehitaman dari erupsi Gunung Dukono terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (09/05/2026) pukul 09.23 WIT. [BNPB]

astakom.com, Jakarta – Tim SAR (Search and Rescue) gabungan terus berpacu dengan waktu. Mereka mencari tiga pendaki yang hilang setelah Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi atau meletus.

Pada pencarian hari kedua, Sabtu (09/05/2026), fokus utama tim adalah menyisir area yang dicurigai sebagai lokasi terakhir para pendaki. Tantangannya tidak main-main, karena aktivitas vulkanik gunung ini masih sangat fluktuatif dan membahayakan nyawa petugas.

Utamakan aspek keselamatan personel

Henjte ML Hetharia selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, turut berada di lokasi operasi pencarian.

"Tim SAR gabungan tetap mengutamakan aspek keselamatan personel mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi," ujarnya dikutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan tertulis yang diterima astakom.com pada Sabtu (09/05/2026).

Kewaspadaan ekstra ini dilakukan agar operasi kemanusiaan tidak justru memakan korban baru.

Adapun kabar terbaru menyebutkan bahwa keberadaan dua warga negara asing (WNA) sudah sempat terdeteksi oleh tim, kemarin (08/05/2026). Namun, evakuasi belum bisa dilakukan karena medan yang sangat berat serta kondisi kawah yang terus bergejolak.

"Seluruh personel di lapangan kini bergerak sangat hati-hati sambil terus memantau rekomendasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono," imbuh keterangan BNPB.

Posisi 2 WNA di zona berbahaya

Berdasarkan informasi awal, BNPB menyampaikan kalau posisi kedua WNA tersebut dilaporkan berada di zona yang sangat berbahaya. Keduanya diduga berada hanya sekitar 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama.

Jarak yang sangat dekat ini membuat strategi evakuasi harus disusun dengan sangat matang. Tim harus memperhitungkan segala kemungkinan buruk, termasuk potensi ledakan susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu di pusat kawah.

Titik koordinat 1 WNI belum ditemukan

Di sisi lain, satu pendaki warga negara Indonesia (WNI) hingga saat ini masih misterius dan belum ditemukan titik koordinatnya.

"Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan dukungan personel, peralatan, dan logistik yang telah disiapkan di lokasi operasi." lanjut BNPB.

Pencarian dilakukan secara maksimal meskipun cuaca dan aktivitas gunung seringkali menjadi penghambat besar.

Status Waspada dan ditutup sejak April 2026

Secara teknis, Gunung Dukono memang sedang dalam status Level II (Waspada) dengan radius bahaya sejauh empat kilometer dari puncak. Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi bahkan sempat melontarkan lava pijar pada Sabtu dini hari tadi yang terlihat jelas dari Desa Mamuyam Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara.

Kondisi ini membuktikan bahwa area tersebut sebenarnya sangat terlarang bagi manusia untuk mendekat.

Ironisnya, pendakian ke Gunung Dukono sebenarnya sudah resmi ditutup total oleh pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pariwisata sejak 17 April 2026.

Dinas Pariwisata setempat dengan tegas menyatakan bahwa operator/pengelola/penyedia jasa atau pihak mana pun dilarang memberikan izin pendakian kepada siapa pun. Di samping itu, masyarakat dan pendaki/wisatawan juga dilarang untuk memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah, sesuai rekomendasi PVMBG.

Perhatikan imbauan dan larangan

Melalui keputusan tersebut, masyarakat maupun wisatawan diminta memperhatikan imbauan dari pemerintah daerah dan dilarang melakukan pendakian melalui seluruh jalur masuk menuju kawasan gunung.

Peristiwa ini menjadi teguran keras bagi para pendaki agar selalu mematuhi aturan demi keselamatan nyawa. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gila sih, ini bener-bener red flag banget buat para pendaki yang nekat padahal Gunung Dukono lagi status waspada dan aksesnya udah closed sejak April. Sekarang Tim SAR lagi struggle parah buat nyelamatin 2 WNA yang kejebak mepet banget sama bibir kawah dan nyari 1 WNI yang masih missing, padahal kondisi vulkaniknya lagi nggak slay karena terus-terusan erupsi. Pokoknya mending stay safe dan jangan fomo nantangin maut demi konten kalau nggak mau berakhir jadi situasi yang chaos kayak gini!

BNPB Gunung Dukono Erupsi Gunung Dukono Pendaki Hilang Tim SAR Halmahera Utara

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB