Gak Kaleng-Kaleng, Segera! Indonesia-Philippines Nickel Corridor Kendalikan 73% Produksi Nikel Dunia

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Jumat, 8 Mei 2026 | 16:55 WIB
Gak Kaleng-Kaleng, Segera! Indonesia-Philippines Nickel Corridor Kendalikan 73% Produksi Nikel Dunia
Bukan Kaleng-Kaleng, RI dan Filipina pegang 73% produksi nikel dunia (Kemenko Perekonomian)

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan Filipina, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bareng Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Maria Cristina A. Roque menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Strategic Nickel Industry Development Cooperation antara Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Philippine Nickel Industry Association (PNIA).

MoU yang udah ditandatangani ini dilakukan sebagai rangkaian dari "Indonesia-Philippines High Level Business Roundtable" yang digelar di Jpark Island Resort, Cebu, pada Kamis (7/5/2026). 

Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Filipina dalam agenda KTT ASEAN ke-48.

Kerja sama tersebut jadi follow up pembahasan ekonomi regional dalam ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-27. Agenda itu dilakukan khusus dan fokus buat memperkuat rantai pasok mineral kritis di kawasan ASEAN.

Rajai nikel dunia

Data dari United States Geological Survey (USGS) 2026 menunjukkan kalau Indonesia dan Filipina kompak jadi main character atau pemain utama di sektor produksi nikel dunia. Diketahui Indonesia dan Filipina menguasai 73,6% produksi nikel global di 2025.

Dari angka itu, Indonesia menyumbang sekitar 66,7% atau 2,6 juta ton produksi dunia, dan Filipina menyumbang 6,9% atau sekitar 270 ribu ton.

Dari sisi cadangan, Indonesia juga masih jadi sultan nikel dunia dengan porsi 44,5% cadangan global atau sekitar 62 juta ton. Sementara Filipina punya sekitar 3,4% atau 4,8 juta ton cadangan nikel dunia.

Segera! Indonesia-Philippines Nickel Corridor 

Airlangga bilang kerja sama ini bakal jadi fondasi pembentukan Indonesia-Philippines Nickel Corridor yang menghubungkan kekuatan hilirisasi dan smelter Indonesia dengan suplai bijih nikel dari Filipina.

"Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama biasa. Ini adalah fondasi bagi Indonesia-Philippines Nickel Corridor, sebuah platform terstruktur yang menghubungkan kekuatan hilirisasi dan smelter Indonesia dengan pasokan bijih nikel hulu dari Filipina,” kata Airlangga dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Tingkatkan nilai ekspor nikel

Menurut Airlangga, Indonesia sekarang udah punya ekosistem hilirisasi nikel yang makin ngegas. Nilai ekspor produk olahan nikel RI bahkan tembus sampai USD9,73 miliar pada 2025.

Pemerintah juga memproyeksikan investasi sektor hilirisasi nikel bisa tembus USD47,36 miliar hingga 2030 dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 180.600 orang.

Ia menjelaskan kebutuhan pasokan bijih nikel untuk smelter dalam negeri bisa makin kuat lewat skema blending dengan bijih nikel Filipina yang punya rasio silikon terhadap magnesium (Si:Mg) tertentu.

Jaga stabilitas perdagangan nikel

“Dengan koridor ini, Filipina tidak lagi hanya menjadi eksportir bijih mentah. Filipina akan terintegrasi ke dalam rantai nilai regional yang lebih tinggi, sementara Indonesia mendapatkan jaminan keamanan pasokan untuk industri hulu baterai dan baja tahan karat,” katanya.

Dalam MoU tersebut, APNI dan PNIA sepakat memperkuat kerja sama lewat pertukaran informasi demi stabilisasi perdagangan nikel regional dan global, pengembangan teknologi hilirisasi, pemanfaatan produk sampingan industri pengolahan, sampai pengembangan SDM buat mendukung industri nikel berkelanjutan.

Filipina top 3 mitra dagang Indonesia

Nggak cuma soal nikel, hubungan dagang Indonesia dan Filipina juga makin solid. Sepanjang 2025, ekspor Indonesia ke Filipina tercatat mencapai USD10,22 miliar atau sekitar 8,4% dari total impor Filipina. Capaian itu bikin Indonesia jadi mitra dagang terbesar ketiga Filipina setelah China dan Jepang.

Airlangga juga menegaskan pengembangan industri nikel diarahkan buat mendukung transisi energi, terutama lewat penguatan industri baterai kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi untuk panel surya.

Pemerintah juga terus push pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terintegrasi dengan supply chain mineral kritis demi memperkuat investasi smelter, pengolahan bahan baku baterai, sampai inovasi teknologi hilirisasi.(Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

RI dan Filipina lagi all-in bangun “Nickel Corridor” buat nguasain supply chain baterai EV dan industri nikel ASEAN. Indonesia udah jadi main player nikel dunia, sekarang makin pede karena pasokan bahan baku bakal lebih secure. Kolaborasi ini juga diproyeksi bikin investasi hilirisasi dan job opportunity makin auto ngegas.

Nikel Nickel Corridor Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Philippine Nickel Industry Association (PNIA). Kemitraan ekonomi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB