Tiga Dekade Kontroversi Amien Rais: Ini 8 Rekam Jejak Pernyataannya
astakom.com, Jakarta – Politikus lawas Amien Rais kembali memantik kegaduhan publik. Kegaduhan ini bermula ketika Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut mengunggah video pendek berdurasi sekitar 8 menit di kanal YouTube pribadinya pada Kamis pekan lalu, 30 April 2026. Pernyataan Amien Rais dalam video menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menuai polemik.
Amien Rais selaku politikus senior merupakan figur yang tidak pernah lepas dari sorotan publik. Gaya bicaranya yang lugas, ceplas-ceplos, dan penuh diksi tajam sering kali memicu diskursus panas atau polarisasi di ruang publik.
Redaksi astakom-com merangkum sederet pernyataan kontroversial Amien Rais dari era Reformasi hingga tahun 2026 berdasarkan penelusuran di mesin pencari Google, dikutip pada Selasa (05/05/2026), antara lain sebagai berikut:
1. 1997–1998: Reformasi dan People Power
Pada penghujung kekuasaan Presiden ke-2 RI Soeharto, Amien Rais adalah tokoh pertama yang secara terbuka menyuarakan suksesi kepemimpinan nasional. Ia memperkenalkan istilah People Power yang saat itu dianggap sangat berbahaya oleh rezim Orde Baru.
"Kalau tuntutan reformasi tidak didengar, maka people power adalah jalan terakhir yang konstitusional untuk melakukan perubahan," ucap Amien Rais saat itu dikutip berbagai media nasional, Mei 1998.
Amien Rais akhirnya membatalkan rencana aksi massa di Monas pada 20 Mei 1998 untuk menghindari pertumpahan darah, namun tetap mendesak Soeharto mundur. Dia beralasan sempat ditelepon pihak militer.
Di sisi lain, Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) sempat membujuk Amien Rais untuk membatalkan rencana aksinya. Ketika itu keduanya memiliki kedekatan hubungan personal.
2. 1999–2004: Poros Tengah dan "King Maker"
Amien Rais memainkan peran kunci dalam menggagalkan Megawati Soekarnoputri menjadi presiden pada Sidang Umum MPR 1999 dengan membentuk Poros Tengah untuk mengusung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Pernyataan Amien sering dianggap berubah-ubah oleh lawan politiknya. Terutama saat ia selaku Ketua MPR berbalik menginisiasi pemakzulan Gus Dur melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001
3. 2014–2019: Diksi "Perang" dan Partai Setan
Memasuki era kepemimpinan Joko Widodo, kritik Amien Rais semakin tajam. Ia mulai menggunakan metafora teologis dalam konstelasi politik praktis.
4. 2014: "Perang Badar" dan Nazar Long March
Amien Rais, saat menjadi tim sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014, menyebut ajang tersebut sebagai "Perang Badar".
Amien juga pernah menyatakan akan long march atau jalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta jika Joko Widodo atau Jokowi terpilih sebagai Presiden ke-7 RI dalam Pilpres 2014. Namun, Amien yang saat itu menjabat Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tak pernah melakukan nazarnya.
5. 2018: Dikotomi "Partai Allah vs Partai Setan"
"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan," ujar Amien saat menyampaikan ceramah di Jakarta Selatan, 13 April 2018.
6. 2018: "Perang Baratayuda" dan "Armageddon"
Menjelang Pemilu 2029, Amien yang saat itu menjabat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyebut Pilpres 2019 sebagai Armageddon dan perang Baratayuda.
"Ini pertarungan Baratayuda, Armageddon, sudah kurang dari empat setengah bulan. Jadi kita harus betul-betul konsolidasi," tuturnya di Yogyakarta, 30 November 2018.
7. 2019: Istilah "Bebek Lumpuh" untuk JokowiSetelah kekalahan pasangan Prabowo Subianto-Sandiago Uno (yang kala itu ia dukung) di Pilpres 2019, Amien terus melancarkan kritik terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Amien menyebut pemerintahan Jokowi di periode kedua akan mengalami kegagalan fungsi.
"Petahana yang menyelesaikan periode 6 bulan yang akan datang sampai akhir periodenya menyatakan lame duck president, 'presiden bebek lumpuh'. Dia tidak boleh lagi menambah utang baru, nggak boleh lagi mengambil kebijakan yang fundamental, tidak boleh!" kata Amien pada 24 April 2019.
8. 2024: Dukung Presiden Kembali Dipilih oleh MPR
Amien Rais meminta maaf karena pernah melucuti kewenangan MPR untuk memilih presiden. Perubahan tersebut dilakukan MPR periode Amien Rais saat mengesahkan amandemen ketiga UUD 1945 pada September 2001. Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu mendukung perubahan konstitusi agar presiden kembali dipilih oleh MPR.
"Jadi mengapa dulu saya selaku ketua MPR itu, melucuti kekuasaannya sebagai lembaga tertinggi yang memilih presiden, dan wakil presiden, itu karena penghitungan kami dulu perhitungannya agak naif. Sekarang saya minta maaf," ujar Amien di Jakarta, 5 Juni 2024.
Amien Rais termakan hoaks dan ditanggapi Komdigi
Pernyataan Amien itu kemudian memicu reaksi keras dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menyebutnya hoaks dan fitnah, serta mengandung ujaran kebencian. Menteri Komdigi Meutya Hafid pun menilai konten itu justru merendahkan martabat Presiden dan berpotensi memicu provokasi pada masyarakat.
Namun, dalam pernyataan di Yogyakarta pada Sabtu lalu (03/04/2026), Amien mengaku tidak akan meminta maaf. Politikus lawas ini beralasan yang disampaikannya adalah bagian dari kontrol publik.
Kritik PDI Perjuangan
Seperti dilansir astakom.com, Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, melayangkan kritik tajam terhadap Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, menyusul unggahan video tersebut.
Said mengaku kaget atas pernyataan tersebut dan menilai narasi yang dibangun telah melanggar batasan etika karena mencampuri urusan yang bersifat sangat privat.
"Dari sisi etik, kita ini kan sebenarnya kan tidak boleh ya, hal-hal yang menyangkut privat itu menjadi diskursus publik. Siapa pun di antara kita," ungkap Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (04/05/2026).
Boleh dikatakan, dari pemaparan rekam jejak di atas, Amien Rais mencerminkan konsistensinya sebagai figur yang memilih jalur di luar pemerintahan. Meskipun sering menuai kecaman lantaran diksi yang "bombastis," bagi pendukungnya Amien tetap dianggap sosok kritis yang berani menghadapi siapa pun yang sedang berkuasa. (aNs/aRsp)
Gen Z Takeaway
Amien Rais emang beneran OG kalau soal urusan nge-spill kritik tajem yang bikin jagat politik shaking dari zaman Reformasi sampai 2026. Dari era people power sampai sekarang nyenggol Presiden Prabowo dan Seskab Teddy, gaya bicaranya yang no filter selalu sukses bikin polarisasi dan kegaduhan publik yang peak banget. Meskipun sering kena call out karena diksinya yang dianggap "bombastis" dan masuk ke ranah privat, politikus senior ini tetep slay dengan prinsipnya yang konsisten jadi oposisi dan nggak mau minta maaf meski udah diprotes sana-sini.











