Laut Pesisir Pantura Jawa dalam Tekanan Ganda, Program Giant Sea Wall Jadi Solusi!

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: AR Purba
Selasa, 5 Mei 2026 | 17:44 WIB
Laut Pesisir Pantura Jawa dalam Tekanan Ganda, Program Giant Sea Wall Jadi Solusi!
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta (Tim Media Presiden)

astakom.com, Jakarta – Kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa menghadapi tekanan akibat penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir rob serta berpotensi mengganggu permukiman dan kawasan industri di sepanjang pesisir.

Dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, disebutkan bahwa penurunan tanah di sejumlah wilayah Pantura mencapai 15 hingga 20 sentimeter per tahun. Di sisi lain, kenaikan muka air laut berada pada kisaran 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun. Kombinasi keduanya memperbesar potensi genangan, terutama di wilayah pesisir dengan elevasi rendah.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan kondisi pesisir Pantura saat ini semakin memprihatinkan karena potensi bencana yang terus meningkat akibat penurunan tanah.

“Saya ingin menyampaikan bahwa setiap saat seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya beberapa kali, mengatakan telah terjadi penurunan permukaan tanah mulai 15 cm hingga 20 cm per tahun, paling buruk terjadi di Jakarta dan juga di Semarang. Tapi di daerah-daerah lainnya juga terus terjadi land penurunan permukaan tanah,” kata AHY dalam paparannya saat pembukaan rakor tersebut, Senin (4/5/2026).

Ia juga menyebut kondisi tersebut sebagai tekanan yang terjadi secara bersamaan dengan kenaikan muka air laut.

Risiko lingkungan dan ketersediaan air

Selain banjir rob, kawasan pesisir Pantura juga menghadapi penurunan kualitas air tanah akibat intrusi air laut. Kondisi ini berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Bukan hanya menghadapi kelebihan air dalam bentuk banjir, tetapi juga kelangkaan dan krisis air. Ini juga harus kita tangani secara serius,” kata AHY.

Dalam praktiknya, sebagian wilayah pesisir mengalami genangan secara berkala, sementara akses terhadap air layak konsumsi semakin terbatas.

Dampak ekonomi dan sosial

Pantura Jawa memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yakni sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Aktivitas industri, logistik, dan perdagangan di kawasan ini menjadikannya salah satu pusat pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi sosial, sekitar 55 juta penduduk tersebar di 20 kabupaten dan lima kota di wilayah Pantura, dengan sebagian di antaranya berada di kawasan pesisir yang rentan terhadap genangan.

Respons kebijakan dan perlindungan pesisir

Untuk menekan risiko tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah perlindungan pesisir. Salah satu yang didorong adalah pembangunan tanggul laut berskala besar atau Giant Sea Wall di sepanjang pesisir utara Jawa.

Giant Sea Wall merupakan tanggul laut berskala besar yang dirancang untuk menahan banjir rob, mengurangi dampak kenaikan muka air laut, serta melindungi kawasan pesisir dari abrasi. Infrastruktur ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga permukiman dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.

Dilansir dari pemberitaan astakom.com pada beberapa waktu lalu Selasa (5/3/2026), percepatan pembangunan tanggul laut ini diposisikan sebagai bagian dari upaya mitigasi jangka panjang terhadap peningkatan risiko banjir dan penurunan tanah.

Proyek tersebut dirancang untuk melindungi kawasan pesisir dengan aktivitas ekonomi tinggi serta wilayah permukiman yang padat. Tanpa intervensi skala besar, risiko genangan permanen di sejumlah wilayah diperkirakan meningkat dalam beberapa dekade mendatang.

Pendekatan terpadu diperlukan

Selain pembangunan tanggul laut, perlindungan pesisir juga mencakup penguatan infrastruktur drainase, pengendalian pemanfaatan air tanah, serta rehabilitasi ekosistem pesisir seperti mangrove.

Kajian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menunjukkan bahwa penurunan tanah di wilayah pesisir utara Jawa dipengaruhi oleh penggunaan air tanah berlebih dan tekanan pembangunan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat kenaikan muka air laut sebagai bagian dari tren perubahan iklim yang berkontribusi terhadap meningkatnya frekuensi banjir rob.

“Ini adalah urgensi yang diharapkan mendorong dan menggerakkan kita semua,” tegas AHY. (deA/aRsp)

Gen Z Takeaway

Pantura menghadapi dua tekanan sekaligus: banjir rob yang makin sering dan akses air bersih yang makin terbatas. Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir.

Giant sea wall Pantura Kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa AHY Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB