Final Report Q1 APBN KiTa: Meski Geopolitik Panas Ekonomi RI Tetap Cool, Growth 5,61% YoY!
astakom.com, Jakarta - Di tengah gejolak geopolitik global hingga berdampak pada memicu pergerakan fluktuasi harga komoditas global, ekonomi Indonesia masih kuat bahkan growth.
Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan atau Menkeu bilang kalau sekarang kita (Indonesia) terlepas dari kutukan pertumbuhan maksimal 5 persen.
Pasalnya dalam paparan yang dibeberkannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tumbuh lebih dari 5 persen per 31 Maret 2026. Bahkan tercatat dalam APBN KiTa ekonomi indonesia tumbuh 5,61 persen dari periode year on year atau dalam hitungan tahunan (YoY).
"Hingga Maret 2026 APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tumbuh ekspansif kalau dilihat, 2026 pendapatan negara tumbuh 10 persen angka April kepabeanan sudah positif. Surplus mencapai 240,1 defisit 0,93 persen dari PDB," kata Purbaya di Konferensi pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) di Kemenkeu pada (5/5/2026).
Supply dan demand
Di sisi demand, aktivitas ekonomi kebanyakan terdongkrak oleh percepatan belanja Pemerintah, dan peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi. Untuk investasi ini ditopang sama akselerasi berbagai proyek Danantara.
Untuk supply sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, konstruksi dan akomodasi makanan dan minuman mengalami peningkatan aktivitas dalam upaya memenuhi kebutuhan ekspor maupun domestik.
Hadapi tantangan akibat geopolitik
Meski ekonomi mengalami pertumbuhan dan mencapai target, Purbaya tak menampik kalau efek geopolitik global ngasih tantangan tersendiri buat ekonomi Indonesia.
"Fondasi Indonesia masih kuat didukung sama kebijakan fiskal yang pruden, kondisi kita stabil aman. Ada tantangan? Iya," katanya.
Perkuat penerimaan pajak dan non pajak
Pada kesempatan yang sama, Purbaya menyebut kalau pendapatan dan penerimaan negara terus diperkuat, dari sisi bea cukai pajak sampai income lain.
"Bea cukai sudah aktif, pajak juga semakin diperkuat, sampai dengan maret belanja negara selalu bisa dikendalikan, income juga ditingkatkan, ke depan akan kita jaga," kata Purbaya.(Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Ekonomi Indonesia lagi on fire, growth tembus 5,61% YoY per Maret 2026, jadi sinyal kuat kita udah break “limit” 5%. Driven by government spending, konsumsi rumah tangga, sama investasi (termasuk proyek Danantara), plus sektor produksi juga ikut nge-push. Walau geopolitik global lagi messy, fondasi fiskal RI masih solid dan terkendali.











