Profil Muhaimin Iskandar yang Digadang Maju Jadi Ketum PBNU
astakom.com, Jakarta — Wacana suksesi kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU semakin vibrant menjelang Muktamar ke-35 Agustus mendatang.
Nama Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, mendadak jadi trending topic setelah mendapat dukungan kuat untuk masuk bursa calon ketua umum (ketum).
Satu di antara sosok yang terang-terangan memberikan support adalah KH Mas Muhammad Maftuch atau Gus Maftuch. Tokoh yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pra-MLB NU ini mengaku punya ekspektasi tinggi agar Cak Imin bersedia ikut dalam persaingan mendapatkan kursi Ketum.
"Saya menyatakan harapan, doa dan dukungannya kepada Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin atau Gus Muhaimin sebagai Calon Ketua Umum PBNU," ucap Gus Maftuch kepada wartawan, Senin lalu (27/04/2026).
Pengalaman panjang Cak Imin
Menurutnya, Cak Imin adalah figur yang punya maturity luar biasa di panggung nasional, mengingat jam terbangnya yang sudah melampaui angka 27 tahun.
"Dengan berbagai pengalaman lebih dari 27 tahun berkiprah di dunia politik, tentu ia sudah melewati berbagai fase, dinamika, serta asam garam kekuasaan dan politik,” ujar Gus Maftuch.
“Pengalaman tersebut menempatkannya sebagai sosok yang matang secara politik dan kaya akan pembelajaran serta pengalaman," imbuhnya.
Telah mencapai puncak politik
Dengan karier politik yang dianggap sudah mencapai puncaknya, Cak Imin disarankan untuk mengambil peran yang lebih substantif demi kemaslahatan umat.
Transisi ini dipandang bukan sebagai sebuah kemunduran, melainkan langkah upgrade pengabdian yang lebih mendalam dan berdampak luas bagi warga Nahdliyin.
"Gus Muhaimin telah mencapai fase puncak sebagai seorang politisi, sehingga sudah waktunya mengambil peran yang lebih reflektif dan substantif, bukan lagi elektoral, yakni dengan 'naik pangkat' menjadi pandito ratu melalui jalan meninggalkan politik praktis dengan kehormatan atas kemenangan dalam dunia politik yang telah beliau dapatkan," terang Gus Maftuch.
Sementara itu, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama sendiri dijadwalkan akan digelar pada Agustus mendatang. (aLf/aNs)











