Profil Abdul Kadir Karding: Eks Aktivis yang Kini Pimpin Badan Karantina
astakom.com, Jakarta – Abdul Kadir Karding kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia setelah dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Upacara pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, (27/04/2026) petang.
Prosesi ini juga bersamaan dengan pelantikan lima pejabat lainnya dari berbagai badan dan kementerian.
Kembali ke Istana
Karding, yang akrab disapa demikian, pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam Kabinet Merah Putih.
Namun, pada September 2025, ia terkena reshuffle dan posisinya digantikan oleh Mukhtarudin.
Seorang pria asal Sulawesi Tengah yang lahir pada 25 Maret 1974 ini dikenal sebagai sosok politikus muda yang penuh semangat dan ide segar.
Jejak akademis dan organisasi
Masa kecil Karding dilalui di Donggala, sementara masa remajanya dihabiskan di Palu. Setelah menyelesaikan jenjang SMA di Palu, ia memutuskan untuk merantau ke Semarang, Jawa Tengah, guna melanjutkan kuliah di Universitas Diponegoro.
Abdul Kadir Karding merupakan alumni dari Universitas Diponegoro (Undip) yang menyelesaikan studi sarjananya di Jurusan Perikanan.
Tidak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister pada program studi Administrasi Publik di universitas yang sama.
Sejak duduk di bangku kuliah, Abdul Kadir sudah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan mulai bergabung dengan PKB di usia belia.
Rekam jejak organisasi Karding dimulai saat ia menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan UNDIP (1994-1995) dan Ketua PMII (1995-1996).
Pengalaman kepemimpinan di masa kuliah inilah yang menjadi batu loncatan baginya sebelum memasuki kancah politik.
Akselerasi karier politik
Karier politiknya berkembang pesat, hingga pada usia 26 tahun ia berhasil menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dan dipercaya menduduki posisi Ketua Komisi E.
Abdul Kadir terus menunjukkan kiprahnya di dunia politik melalui berbagai posisi strategis di PKB. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah serta Ketua DPW PKB Jawa Tengah.
Pada Pemilu 2009, Abdul Kadir berhasil melangkah ke tingkat nasional dengan terpilih sebagai anggota DPR RI.
Di sana, ia dipercayakan memimpin Komisi VIII yang membidangi urusan agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Kariernya semakin berkembang ketika, pada tahun 2012, ia beralih ke Komisi VI yang mengurus perdagangan, investasi, koperasi, dan BUMN.
Perjalanan politiknya dalam PKB pun menanjak pesat hingga akhirnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB untuk masa bakti 2014-2019.
Pada Oktober 2024, Karding mendapat kepercayaan dari Prabowo untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih sebagai Menteri P2MI.
Pengalaman Lintas Komisi
Selama berkarier di parlemen, Karding telah mengemban berbagai posisi strategis. Ia sempat memimpin Komisi VIII DPR RI (2009-2012) yang menangani sektor agama, sosial, hingga perlindungan anak.
Selain itu, kiprahnya meluas ke berbagai alat kelengkapan dewan lainnya, mulai dari pimpinan Fraksi PKB di DPR dan MPR, anggota BKSAP, hingga duduk di Komisi III dan Komisi VII DPR RI untuk periode 2019-2024. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Perjalanan karier Abdul Kadir Karding adalah bukti nyata kalau networking dan aktif berorganisasi sejak kuliah itu "investasi leher ke atas" yang paling ampuh. Bayangkan, di usia 26 tahun saat kebanyakan orang baru bingung cari kerja beliau sudah berhasil duduk di kursi parlemen. Poin pentingnya adalah agility; meski sempat terkena reshuffle, rekam jejaknya yang solid di berbagai bidang (dari perikanan, sosial, hingga hukum) membuatnya tetap punya bargaining power untuk dipercaya kembali memimpin lembaga strategis. Consistency is key!











