El Nino Godzila Ancam hingga Oktober, DPR Ingatkan: Jangan Sampai Kecolongan Lagi

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 27 April 2026 | 17:14 WIB
El Nino Godzila Ancam hingga Oktober, DPR Ingatkan: Jangan Sampai Kecolongan Lagi
El Nino 'Godzilla' OTW Indonesia, BRIN Ungkap Anomali Ekstrem, Kemenkes Siapkan Surat Edaran Siaga Dampak Kesehatan (astakom/Brin)

astakom, Jakarta — Pemerintah pusat sampai daerah mulai gerak cepat buat siap-siap menghadapi ancaman El Nino Godzila cuaca ekstrem yang diprediksi bakal berlangsung sampai Oktober 2026. 

Dampaknya nggak main-main mulai dari kekeringan panjang, krisis air bersih, sampai risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa makin meluas.

Fenomena yang sering dijuluki “El Nino Godzilla” ini jadi alarm keras buat semua pihak. Intinya, situasinya nggak bisa dianggap santai karena kalau telat antisipasi, efeknya bisa ke mana-mana.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menegaskan pemerintah harus fokus ke mitigasi dari sekarang, bukan nunggu bencana datang dulu baru bergerak.

Antisipasi sejak awal

Azis menekankan, langkah pencegahan harus dilakukan jauh sebelum situasi makin parah, apalagi setelah adanya peringatan dari BMKG soal potensi cuaca ekstrem.

"Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Ketika BMKG sudah memberikan imbauan mengenai curah hujan tinggi maupun ancaman 'El Nino Godzilla', kita harus siap. Mencegah jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati atau menangani dampak yang sudah terjadi," katanya di Jakarta, dikutip pada Senin, (27/04/2026).

Ia juga mengingatkan, Indonesia punya pengalaman pahit soal bencana, termasuk banjir di Sumatra yang bikin kerugian sampai ratusan miliar rupiah yang salah satunya dipicu karena mitigasi belum maksimal.

Bencana masih tinggi

Azis juga menyoroti tren bencana di Indonesia yang masih tinggi banget, dengan jumlah kejadian hampir menyentuh 4.000 kasus tiap tahun. Buat dia, ini sinyal jelas kalau pendekatan selama ini masih terlalu fokus ke penanganan, bukan pencegahan.

Menurutnya, peran BNPB perlu di-shift lebih ke arah mitigasi dan edukasi publik.

"Kapasitas BNPB saat ini lebih banyak tersedot untuk penanganan. Kita perlu mendorong kebijakan nasional yang mampu memetakan daerah rawan bencana secara presisi sejak dini. Selain itu, pengawasan terhadap izin-izin lahan dan hutan harus diperketat untuk mencegah longsor dan banjir bandang yang berdampak sistemik pada pembangunan nasional," ujar dia.

Enam provinsi rawan karhutla

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (Pada Senin (2704/2026) dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan--Red) minta jajarannya fokus ke enam provinsi yang dinilai paling rentan terdampak karhutla gara-gara El Nino ekstrem.

Wilayah tersebut adalah Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan. Daerah-daerah ini punya lahan gambut luas, jadi butuh penanganan ekstra serius—terutama soal pengelolaan ekosistemnya biar nggak gampang kebakar.

Edukasi sejak dini

Selain soal teknis, Azis juga highlight pentingnya edukasi kebencanaan, khususnya buat anak-anak yang termasuk kelompok paling rentan saat bencana terjadi.

"Secara fisik, daya tahan anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Mereka seringkali tidak tahu harus lari ke mana saat terjadi tsunami atau gempa. Karena itu, saya pribadi mendorong pemerintah untuk serius memasukkan kurikulum kebencanaan di sekolah-sekolah, seperti yang diterapkan di Jepang," ujar dia.

Ia menilai, dengan adanya kurikulum ini, anak-anak bisa lebih siap secara mental dan punya basic survival skill mulai dari ngerti jalur evakuasi sampai tahu harus ngapain di situasi darurat.

"Menanamkan budaya sadar bencana sejak dini tidak hanya menyelamatkan nyawa mereka hari ini, tetapi juga membentuk generasi masa depan yang lebih bijak dalam memilih tempat tinggal yang layak dan aman di masa depan," tutup Azis. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Ini bukan cuma soal “cuaca lagi panas banget”. Ini real warning soal potensi krisis air, karhutla, sampai efek domino ke berbagai sektor. Semua sinyal sudah ada—tinggal sekarang: mau siap dari awal, atau kecolongan lagi?

BMKG BNPB Cuaca Ekstrem DPR El Nino El Nino 'Godzila'

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB