Pelepasan PPIH Makkah, Menhaj Said :Amanah Negara dan Kemanusiaan Priority!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 24 April 2026 | 08:05 WIB
Pelepasan PPIH Makkah, Menhaj Said :Amanah Negara dan Kemanusiaan Priority!
Pelepasan PPIH Makkah, Menhaj Said :Amanah Negara dan Kemanusiaan Priority! (Kementerian Haji dan Umrah)

astakom.com, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, memberangkatkan 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah gelombang II di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (23/04/2026).

Dalam pesannya, Menhaj menekankan kalau tanggung jawab di Makkah adalah amanah yang signifikan, karena menjadi inti dari pelaksanaan ibadah haji.

Inti ibadah dan peranan petugas

Maka dari itu, para petugas diminta untuk menjamin layanan terbaik bagi semua jemaah Indonesia.

"Tugas ini bukan sekadar administratif dan teknis, tetapi juga tugas kemanusiaan sekaligus tugas negara. Kesalahan sempit apa pun dapat dipersepsikan sebagai kesalahan negara, sementara keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara,” ucap Menhaj dikutip oleh astakom pada Kamis, (23/4/2026).

Pelayanan dan reputasi negara

Ia menegaskan kalau petugas haji harus hadir dengan semangat untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Dia berpendapat kalau menjadi petugas haji adalah pekerjaan yang tidak mudah, melainkan tanggung jawab besar yang memerlukan kondisi fisik dan mental yang sangat baik, terutama di Makkah yang merupakan lokasi penting untuk pelaksanaan ibadah haji.

Kunci menghadapi medan makkah

"Beratnya tugas di Makkah menuntut kestabilan fisik dan mental. Jaga ritme kerja, bekerja secara tim, dan bangun koordinasi yang matang,” jelasnya.

Di sisi lain, Menhaj menyoroti betapa pentingnya etika pelayanan sebagai faktor utama dalam melaksanakan tugas.

Petugas diharapkan untuk mengutamakan sikap sabar, sopan, dan berempati saat melayani jamaah dengan berbagai latar belakang.

Berbasis empati dan inklusivitas

"Utamakan pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Semua wajib dilayani sebaik-baiknya. Ukur keberhasilan dari seberapa banyak jemaah yang terlindungi dan terlayani dengan baik,” jelasnya.

Menhaj juga menekankan agar setiap petugas menjaga integritas dan memahami sepenuhnya tugas serta tanggung jawabnya di lapangan.

"Gunakan hati untuk mengukur apakah pelayanan kita sudah baik atau belum. Bekerjalah dengan niat ibadah, hati yang bersih, dan mencerminkan keteladanan,” sambungnya.

Menhaj mengajak seluruh aparat untuk mendoakan bangsa Indonesia agar terus menjadi bangsa yang kokoh, serta mendoakan para pemimpin agar dapat menjalankan amanah dalam mewujudkan masyarakat yang makmur.

Pelepasan ini merupakan bagian dari usaha memperkuat layanan haji Indonesia di Tanah Suci, terutama di Makkah sebagai pusat utama pelaksanaan ibadah haji, dengan harapan semua jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, jadi PPIH itu bukan cuma soal kerjaan teknis atau "jalan-jalan" ke luar negeri, tapi ini adalah level tertinggi dari social responsibility dan national pride. Menhaj mau negasin kalau di sini vibe-nya adalah "melayani, bukan dilayani", di mana empati harus lebih tinggi dari ego. Basically, kesuksesan petugas di lapangan adalah cerminan wajah Indonesia di mata dunia, jadi mental health yang stabil dan kerja tim yang solid itu wajib hukumnya supaya semua jemaah bisa beribadah dengan seamless dan minim issue.

Kementerian Haji dan Umrah Kemenhaj Haji dan Umrah PPIH

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB