Prioritaskan Lansia, PPIH Siapkan Menu Makanan Khusus dan Kamar Lantai Dasar
astakom.com, Jakarta – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berkomitmen memberikan layanan maksimal buat jemaah lanjut usia (lansia) pada musim haji tahun ini.
Sebelumnya, diberitakan oleh astakom.com dalam agenda penerimaan jemaah haji kloter 3 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (22/04/2026) Bapak H. Sugito juga memaparkan soal keamanan dokumen digital jemaah, khususnya Kartu Nusuk.
Update Data Lansia Kloter 3
Untuk kloter 3, sejumlah fasilitas khusus telah disiapkan mulai dari penempatan kamar sampai penyesuaian menu makanan demi menjamin kenyamanan mereka selama di asrama.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Bapak H. Sugito, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji & Umrah Provinsi DKI Jakarta saat ditemui di lapangan pihak PPIH sedang melakukan finalisasi data, informasi terbaru mencatat sebanyak 83 jamaah lansia tergabung dalam kloter 3 ini.
"Untuk kloter 3 ini kami belum menerima catatan resminya ya, cuma datanya ada di Humas. Datanya ada di Humas. Kalau yang kemarin kloter 1 itu 95, kloter 2 ada 82 lansia ya" ucap Sugito kepada Astakom saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur pada Rabu, (22/04/2026).
Kamar lantai bawah dan kursi roda
Standar pelayanan "Ramah Lansia" sudah mulai diimplementasikan sejak jemaah tiba di Asrama Haji Pondok Gede.
Salah satu poin utama dalam pelayanan ini adalah kemudahan dalam aksesibilitas.
Sugito menjamin seluruh jemaah lansia bakal diprioritaskan buat menempati kamar di lantai dasar demi mempermudah mobilisasi sehingga menikmati fasilitas lansia full service.
"Iya, jadi kamar, konsumsi, kursi roda."tuturnya.
"Nah, kloter 3 ini mudah-mudahan nggak banyak, tapi untuk layanannya sudah kita bedakan. Untuk penginapan kita tempatkan di lantai 1"paparnya.
"Iya, di kamar lantai bawah." sambungnya.
"Kemudian dari sisi pergerakan jamaahnya kita bantu juga dengan kursi roda dari panitia PPIH." jelas Sugito.
Menu makanan bertekstur lunak
Selain fasilitas fisik, PPIH juga memberikan perhatian detail pada kebutuhan konsumsi. Pihak katering telah diinstruksikan untuk menyediakan dua jenis menu yang berbeda untuk jemaah lansia dan non-lansia.
"Kemudian dari sisi konsumsi, lansia dengan non-lansia kita bedakan." ucapnya.
“Ya istilahnya kalau yang non-lansia yang keras-keras kan bisa, tapi kalau yang lansia kan yang lembek-lembek ya, itu menyesuaikan. Kita sudah sampaikan ke pihak katering ada dua menu itu untuk lansia dan non-lansia,” jelasnya.
Pendampingan jemaah mandiri
Terkait jemaah lansia atau disabilitas yang berangkat tanpa keluarga, Sugito menegaskan kalau skema pendampingan udah disiapkan sejak awal sesuai prosedur yang berlaku.
Untuk keluarga yang ingin mendampingi secara khusus, terdapat aturan terkait masa tunggu yang harus dipenuhi.
"Ya, untuk pendampingan jemaah sejak awal memang sudah disiapkan. Bagi lansia atau jamaah disabilitas yang bermasalah itu bisa didampingi oleh keluarganya"ucapnya.
"Dengan catatan pendamping itu sudah menunggu 5 tahun gitu ya. Nah, itu mengikuti prosedur dan mekanisme aturan yang diberlakukan tetap ya." tutupnya.(nAD/Hans/aRsp)
Gen Z Takeaway
No more drama buat kakek nenek yang mau naik haji! PPIH beneran effort bikin haji tahun ini ramah lansia. Mulai dari kamar yang nggak perlu naik tangga (lantai dasar), disediain kursi roda, sampai makanan yang teksturnya disesuaiin biar gampang dikunyah. Pokoknya jemaah lansia beneran dimanjain biar tetep sehat dan nyaman sampai berangkat!











