Ketua PPIH Jamin Sistem OSS Mudahkan Jemaah Urus Dokumen dan Uang Saku!
astakom.com, Jakarta – Penerapan sistem One Stop Service (OSS) pada operasional haji tahun 2026 terbukti efektif dan mempercepat distribusi logistik bagi jamaah haji.
Lewat sistem ini, seluruh keperluan administratif hingga uang saku (living cost) diberikan dalam satu rangkaian layanan terpadu setibanya jamaah di asrama.
Pangkas alur birokrasi
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Bapak H. Sugito, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji & Umrah Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan kalau layanan One Stop Service disusun biar jamaah gak perlu berpindah-pindah tempat untuk mengurus dokumen.
Kecepatan pelayanan ini menjadi prioritas agar jamaah memiliki waktu istirahat yang lebih cukup sebelum terbang ke tanah suci.
Skema layanan terpadu
Dalam ruang penerimaan One Stop Service, jemaah akan melewati urutan layanan yang sistematis. Dimulai dari pemeriksaan kesehatan, penyerahan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA), hingga penerimaan identitas penempatan kamar.
"Ya, kalau untuk layanan OSS ini sangat membantu untuk percepatan layanan jemaah haji. Kenapa? Karena dari seluruh jamaah haji ini nanti akan bersamaan menerima fasilitas di ruang penerimaan OSS. Mulai dari kedatangan, kemudian pemeriksaan kesehatan. Begitu beres, menyerahkan SPMA ke petugas" Ucap Sugito kepada Astakom saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur pada Rabu, (22/04/2026).
"SPMA sudah diserahkan, menerima kokarde tentang penempatannya di mana dan kartu makan. Kemudian akan menerima gelang identitas, gelang identitas kemudian akan menerima kartu Nusuk, terus dilanjutkan dengan penyerahan paspor, kemudian termasuk living cost untuk jemaah itu. Baru nanti masuk bus dan menuju ke penginapan. Jadi secara efektivitas ini lebih cepat pelayanan dengan OSS itu."paparnya.
Kepastian uang saku tuntas
Mengenai uang saku atau living cost, Sugito memastikan seluruh dana untuk kloter 3 sudah siap didistribusikan.
Ia mengaku sudah menandatangani berkas pencairan sejak beberapa hari lalu agar petugas di meja OSS bisa langsung menyerahkannya kepada jemaah.
"Ya, sudah siap semua beberapa hari yang lalu saya sudah taken untuk living cost dan sudah siap petugasnya pun sudah standby di asrama haji. Dibagikan nanti di meja OSS." jelasnya.
Jaminan standar makanan jemaah
Terkait konsumsi selama di asrama, PPIH juga menjamin kualitas makanan sesuai dengan standar kontrak yang telah disepakati dengan pihak katering.
Menu yang disajikan dipastikan bervariasi setiap harinya, mulai dari makan pagi, siang, hingga malam.
"Ya kalau untuk makanan itu kan kita sudah kontrak dengan pihak katering ya. Menunya menu apa, hari ini apa, pagi, siang, sore kan berbeda. Itu sudah ada di-taken di kontrak, mengikuti apa yang sudah disepakati di kontrak." tutupnya. (nAD/aNs/aRsp))
Gen Z Takeaway
No more antre panjang yang bikin burnout! Lewat sistem One Stop Service (OSS), jemaah Haji 2026 bisa langsung sat-set urus dokumen dan ambil uang saku di satu meja aja. Nggak perlu ribet pindah gedung, semua beres di tempat, jadi jemaah punya waktu lebih buat healing dan istirahat sebelum terbang ke Tanah Suci. Efficiency goals banget!











