Gus Irfan Lepas Keberangkatan Pertama 391 Jemaah: Kemenhaj Resmi Pegang Kendali!
astakom.com, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf telah membuka kloter perdana dalam perjalanan ibadah haji tahun ini dengan melepas 391 jemaah asal Banten yang tergabung dalam kloter JKB-01 menggunakan armada Garuda Indonesia GA7302.
Keberangkatan perdana ini menandai dimulainya gelombang tamu Allah menuju Baitullah dengan pengawalan ketat dari pemerintah.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memegang kendali penuh atas operasional haji di Indonesia.
Momen bersejarah ini ditandai dengan pelepasan kloter pertama Embarkasi Banten oleh Menhaj Moch. Irfan Yusuf, yang menegaskan komitmen negara dalam memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah di tengah dinamika global.
Sinergi Pemerintah yang kuat
Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi negara, mulai dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Perhubungan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Gubernur Banten, Wakil Menteri Perhubungan, beserta Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Kehadiran para pejabat lintas sektor ini mempertegas sinergi pemerintah dalam menyukseskan musim haji tahun ini.
Jawaban doa
Dalam orasinya, Menhaj Moch. Irfan Yusuf mengungkapkan kalau momen keberangkatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pemenuhan doa panjang para jemaah.
"Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Ada harapan dan doa yang tak pernah putus mengiringi langkah Bapak dan Ibu sekalian. Ini adalah perjalanan yang khusyuk menuju rumah Allah,” ucap Menhaj, dikutip dari rilis yang diterima oleh redaksi astakom pada Kamis, (23/4/2026).
Kemenhaj resmi ambil alih kendali
Ia menekankan kalau penyelenggaraan haji tahun ini adalah yang pertama kali dilakukan secara lengkap oleh Kemenhaj, sehingga ini menjadi sebuah kehormatan dan tanggung jawab yang besar, terutama di tengah perubahan global yang terus berlangsung.
"Negara hadir bersama Bapak dan Ibu. Kami memastikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah. Kami ingin jemaah dapat beribadah dengan tenang, fokus, dan khusyuk,” sambungnya.
Menhaj juga menekankan kalau ibadah haji gak sekadar mencerminkan hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga menciptakan hubungan sosial di antara para jemaah.
Kesehatan dan kebersamaan kunci sukseskan haji
Selain aspek spiritual, Menhaj juga menyoroti pentingnya ketahanan fisik, ia mengimbau kepada para jemaah buat saling menjaga satu sama lain, mengingat haji adalah ibadah yang menguji kesabaran sosial sekaligus kekuatan stamina.
"Kami berharap seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental, agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar,” tuturnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama agar seluruh jemaah kloter JKB-01 dapat menjalankan rukun haji dengan sempurna dan kembali ke Indonesia dengan selamat."Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.(nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
Momen pelepasan kloter JKB-01 ini bener-bener jadi game changer karena untuk pertama kalinya Kemenhaj pegang kendali penuh, bukti kalau negara nggak main-main soal proteksi jemaah. Selain soal spiritual, pesan Menhaj soal ketahanan fisik dan solidaritas antarjemaah juga krusial banget biar prosesi ibadah tetep slay dan lancar sampai pulang jadi Haji mabrur. Intinya, musim haji tahun ini hadir dengan standar pelayanan yang lebih terintegrasi dan responsif sama dinamika global.











