IHSG Drop Lagi, Investor Kena Mental Imbas Penundaan Pembatasan Global oleh MSCI?
astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi tadi dibuka melemah 0,45 persen ke angka 7.560,28 pada hari ini Selasa (21/4/2026).
Pada pukul 10.00 WIB, IHSG melanjutkan perlemahan ke level 7.524,21. Pada penutupan sebelumnya, ada di angka 7.594,11.
Dilansir dari IDX, pada perdagangan pagi ini, ada 215 saham yang ada di zona hijau, 305 melemah dan 439 diantaranya stagnan.
Untuk transaksinya, di perdagangan sesi satu sejauh ini menyentuh Rp1,2 triliun dengan volume 3,4 miliar saham.
Indeks sektoral dominan merah
Sementara itu, indeks sektoral kebanyakan ada di zona merah. Berikut adalah sektor kelompok saham yang kompak di zona merah pada perdaganagn saham hari ini Selasa (21/04/2026) diantaranya sektor energi, sektor konsumer non siklikal, konsumer siklikal, properti, infrastruktur, keuangan dan kesehatan.
Sedangkan sektor yang bertengger di zona hijau yaitu bahan baku, transportasi, industri dan teknologi.
Keputusan MSCI
Tren merah ini sedikit banyak dipengaruhi oleh keputusan MSCI. Pengelola indeks global MSCI telah memutuskan untuk tetap mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam indeks globalnya pada tinjauan Mei.
Keputusan ini disusul dengan evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru diumumkan pemerintah.
Dilansir dari Reuters, pada Selasa (21/4/2026), keputusan ini muncul ketika akhir Januari lalu MSCI ngasih peringatan kalau Indonesia berisiko statusnya diturunkan dari pasar berkembang (emerging market) ke status frontier market.
Sempat memicu aksi jual besar-besaran
Hal ini disusul sama persoalan transparansi kepemilikan dan perdagangan saham.
Warning itu sempet memicu aksi jual besar-besaran, dan secara nggak langsung bikin investor dan pasar panik. Kepanikan itu bikin nilai pasar kehilangan sebanyak USD120 miliar nilai pasar IHSG sampe awal April.(Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
IHSG lagi mode red, turun gara-gara sentimen MSCI yang belum cabut pembatasan buat saham Indonesia. Investor auto waswas, market sempat panic sell sampai valuasi ludes USD120 miliar. Meski beberapa sektor masih hijau, vibes pasar overall masih wait and see, belum fully recovery.









