Cegah Risiko Kardiovaskular di Masa Tua! Cek Tekanan Darah Mulai dari Usia Muda
astakom.com, Jakarta — Tekanan darah pada usia muda, khususnya di rentang 30-an, dapat menjadi indikator penting risiko penyakit kardiovaskular di masa tua. Temuan ini merujuk pada studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension edisi Maret 2026.
Laporan yang juga dilansir Hindustan Times pada 19 April 2026 menyebutkan, peningkatan kecil tekanan darah sejak usia muda memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Ahli neurologi dari Apollo Hospital Hyderabad, Sudhir Kumar, menegaskan, perubahan kecil pada tekanan darah tidak boleh diabaikan dalam penilaian risiko kesehatan.
“Setiap peningkatan 10 mmHg pada tekanan darah sistolik dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 22 persen. Untuk tekanan darah diastolik, setiap peningkatan 5 mmHg dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 20 persen,” jelasnya.
Risiko dimulai dari normal
Kumar menegaskan, risiko penyakit jantung tidak hanya muncul saat seseorang mengalami hipertensi. Namun, sudah dimulai sejak tekanan darah berada di angka normal.
“Risiko dimulai dari tekanan darah normal 120/80, bukan tekanan darah tinggi 140/90,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan risiko tersebut bersifat kumulatif dan berlangsung seumur hidup, bukan hanya dalam jangka pendek.
Kerusakan terjadi diam-diam
Menurut Kumar, kerusakan pembuluh darah dapat terjadi tanpa gejala sejak usia muda dan berlangsung selama beberapa dekade.
“Kerusakan juga dimulai secara diam-diam dari beberapa dekade sebelumnya dan tidak hanya pria namun wanita juga memiliki risiko yang sama,” ujarnya.
Hal ini membuat banyak kasus baru terdeteksi ketika kondisi sudah berkembang lebih jauh.
Diastolik jadi perhatian
Dalam penelitian tersebut, tekanan darah diastolik disebut memiliki peran penting pada kelompok usia muda karena mencerminkan kondisi awal pembuluh darah.
“Tekanan darah diastolik sering mencerminkan resistensi vaskular awal dan aktivitas simpatik yang berlebihan,” kata Kumar.
Ia juga mengingatkan agar penanganan tidak menunggu hingga tekanan darah mencapai batas hipertensi.
“Seseorang harus berhenti berpikir untuk mendapatkan perawatan untuk tekanan darah hanya setelah angka tekanan darah melewati 140/90, dan mulai menyadari risiko sejak dini,” katanya.
Gen Z takeaway
Intinya jelas: tekanan darah “normal” belum tentu aman kalau dibiarkan terus naik. Buat Gen Z, kebiasaan sekarang—makan asin, kurang gerak, stres—bisa jadi investasi risiko penyakit jantung di masa depan. Jadi, mulai jaga dari sekarang itu bukan lebay, tapi langkah realistis biar tetap sehat di usia nanti.











