Soal Wacana 'War Tiket' Haji: MPR Nilai perlu Dikaji lebih Mendalam

Editor: Alfian Tegar
Senin, 13 April 2026 | 12:47 WIB
Soal Wacana 'War Tiket' Haji: MPR Nilai perlu Dikaji lebih Mendalam
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (MPR RI)

astakom.com, Jakarta — Soal wacana penerapan skema war tiket haji, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, berpandangan semestinya dikaji lebih mendalam dan komprehensif agar tak menimbulkan kegaduhan.

“Kalau datang dari pemerintah (wacana war tiket haji) dalam hal ini Kemenhaj, mestinya tidak berwacana tetapi menyampaikan rencana yang sudah matang sudah dikaji mendalam dan konprehensif, dibahas juga dengan mitranya di kami Komisi VIII DPR, baru sampaikan ke publik supaya tidak menghadirkan hal yang menimbulkan kegaduhan,” ujar Hidayat kepada media di Jakarta, kemarin (12/4/2026).

Hidayat menyambut baik skema war tiket haji sebagai salah satu solusi dalam pelaksanaan ibadah haji. Namun, ia mengingatkan agar skema tersebut tidak menabrak Undang-Undang tentang Haji dan Umrah.

“Memang wacana ini secara prinsip saya setuju menjadi solusi tetapi jangan berpotensi melanggar undang-undang atau harus tekait pelaksanaan UU,” ujarnya.

Dinilai perlu dikaji lebih dalam

Hidayat juga mengatakan, Wamenhaj sempat menyampaikan bahwa skema tersebut tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah haji reguler, namun, akan diberlakukan bagi kuota tambahan.

Dia kembali merujuk pada aturan perundang-undangan bahwa kuota tambahan dipertunjukkan 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

“Nah kalau diinginkan adanya war tiket itu untuk (kuota) tambahan, bagaimana dengan UU yang ada ini? Atau perlu dikaji lebih mendalam, atau mestinya kemenhaj mengkaji lebih mendalam dan dalam rapat dengan DPR mengkaji ini secara khusus,” ucap dia.

Skema war tiket haji: solusi antrean panjang

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sedang meneliti rencana sistem baru agar pelaksanaan ibadah haji dapat dilakukan tanpa antre, termasuk melalui skema 'war tiket'.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Azhar Prabowo menegaskan tetap akan mengutamakan jemaah yang sudah berada dalam antrean saat ini.

"Prioritasnya duluan untuk yang sudah ngantre. Yang sudah antre tetap yang pertama dan utama," ucap Dahnil, Minggu (12/4/2026).

Dahnil menyatakan kalau gagasan ini muncul untuk mengatasi masalah antrean yang telah berlangsung lama. Kemenhaj sangat bertekad untuk menyelesaikan masalah antrean haji ini. (aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Wacana “war tiket haji” dinilai bisa jadi solusi antrean panjang, tapi Hidayat Nur Wahid mengingatkan agar Kementerian Haji dan Umrah mengkaji matang dan tetap sesuai aturan, termasuk soal kuota. Di sisi lain, Dahnil Azhar Prabowo menegaskan jemaah yang sudah antre tetap jadi prioritas. Intinya, ide oke, tapi harus tetap legal dan adil.

Kementerian Haji dan Umrah Wakil Ketua MPR RI MPR RI Hidayat Nur Wahid

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB