Wamensos: Penerimaan Pendaftaran Sekolah Rakyat Berbasis Data DTSEN
astakom.com, Jakarta – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka, melainkan berbasis rekrutmen menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kebijakan ini, kata dia, ditujukan untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan 2.
“Sekolah Rakyat ini bukan berbasis pendaftaran, tetapi berbasis rekrutmen menggunakan data DTSEN, sehingga benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (10/4).
Ia menekankan pentingnya integrasi data sebagai fondasi utama pelaksanaan program sosial agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan efektivitas implementasi di lapangan.
“Kami ingin memastikan seluruh program sosial terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak nyata melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah,” katanya.
Agus juga meminta pemerintah daerah untuk segera berkoordinasi dengan unit teknis di Kementerian Sosial apabila menghadapi kendala dalam proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat.
Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Adrianus Ala menyatakan pemerintah pusat siap membantu daerah dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menambahkan, pihaknya akan mendorong pembentukan kelompok masyarakat berbasis DTSEN agar intervensi pemberdayaan lebih terarah.
“Kami akan mendorong pembentukan kelompok masyarakat berbasis DTSEN, sehingga intervensi pemberdayaan dapat lebih terarah dan menyasar desil 1 hingga 4,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga telah menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat mengacu pada DTSEN dalam pertemuan bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas perkembangan penyaluran bantuan sosial yang diupayakan semakin tepat sasaran dengan basis data yang sama. (aCuwan/aRsp)
Gen Z Takeaway
Intinya, program Sekolah Rakyat dari pemerintah di bawah Prabowo Subianto ini nggak pakai sistem daftar-daftar biasa, tapi langsung pakai data DTSEN biar yang masuk benar-benar anak dari keluarga yang paling butuh. Agus Jabo Priyono juga nekenin kalau semua program sosial sekarang harus makin tepat sasaran, nggak asal bagi-bagi. Jadi, konsepnya lebih “smart” pakai data biar bantuan dan akses pendidikan nggak salah target.











