Kemendikdasmen Kerjasama Mitra Global Upgrade Literasi dan Numerasi Pendidikan Nasional

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Jumat, 10 April 2026 | 10:25 WIB
Kemendikdasmen Kerjasama Mitra Global Upgrade Literasi dan Numerasi Pendidikan Nasional
Kemendikdasmen & Mitra Global: Upgrade Literasi dan Numerasi! (Astakom / BKHM)

astakom.com, Jakarta – Isu literasi dan numerasi masih merupakan problem utama dalam pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini. Menyikapi krisis literasi tersebut, Pemerintah berupaya menggandeng mitra global untuk mencari solusi bagi peningkatan literasi siswa/i di INdonesia.

Gayung bersambut, dan semoga tidak sekedar pemanis judul program. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) serta Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF meluncurkan Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Berkualitas: “Kerjasama Beragam Pihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional”

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dari berbagai kabupaten/kota sebagai bagian dari usaha kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Gandeng UNICEF & Gates Foundation

Kerja sama ini adalah bagian dari usaha memperkuat pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Numerasi Nasional (GNN) di level satuan pendidikan, terutama melalui peningkatan kualitas pengajaran di kelas awal sekolah dasar, penguatan kemampuan guru, serta pemanfaatan data asesmen diagnostik untuk mendukung pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan siswa.

Selain itu, kolaborasi ini direncanakan akan berjalan sampai tahun 2029 dengan target siswa kelas awal SD yang difokuskan pada peningkatan kemampuan dasar siswa di tingkat awal sekolah dasar.

Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak hanya merupakan fondasi pendidikan, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk rasa percaya diri dan kemampuan berpikir siswa.

Upgrade Literasi untuk keberhasilan pembelajaran

Dalam pidatonya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sejumlah tantangan seperti kehilangan pembelajaran, kemiskinan pembelajaran, serta hasil literasi dan numerasi yang belum maksimal harus menjadi motivasi untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus.

"Berbagai permasalahan yang kita hadapi bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk bekerja lebih baik. Kita harus memastikan bahwa seluruh anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ucap Muti, lewat siaran pers, Kamis kemarin, dikutip oleh astakom pada Jumat, (10/4/2026).

Sementara itu, Margaretha Ari Widowati, Kepala Departemen Lingkungan Pembelajaran Tanoto Foundation, menekankan kalau literasi dan numerasi adalah dasar utama dalam menentukan keberhasilan pembelajaran anak.

Ia mengungkapkan bahwa penguatan kedua aspek itu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi berbagai pihak yang saling mendukung antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemerintah daerah.

"Bagi Tanoto Foundation, literasi dan numerasi bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi fondasi yang menentukan apakah seorang anak dapat terus belajar, berpikir kritis, dan berkembang di masa depan,” ucapnya.

Inovasi berbasis data

Margaretha menekankan pentingnya pengembangan literasi dan numerasi sejak usia dini dengan menggunakan pendekatan yang sistematis bertujuan untuk meningkatkan praktik pembelajaran di kelas serta pemanfaatan data guna memastikan intervensi yang tepat untuk siswa.

"Kolaborasi yang kuat, didukung praktik pembelajaran yang efektif dan berbasis data, akan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dilain sisi, Country Representative UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menekankan signifikansi pemenuhan hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas melalui kerjasama berbagai pihak yang solid.

Ia menyatakan kalau kolaborasi antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan pendidikan adalah investasi penting.

"Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Upaya kolektif bersama yang kita lakukan hari ini merupakan investasi penting agar anak-anak dapat mencapai masa depannya,” ucapnya.

Maniza menekankan permasalahan krisis pembelajaran yang masih ada baik secara global maupun nasional, termasuk hasil literasi dan numerasi yang belum memuaskan.

Dalam konteks ini, UNICEF menekankan tekadnya untuk terus mendampingi pemerintah Indonesia dengan pendekatan yang inovatif dan berbasis bukti.

"Dunia saat ini masih menghadapi krisis pembelajaran, yang dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di tingkat global serta perubahan lanskap kerja sama multilateral. Hampir 7 dari 10 dari setiap anak di Dunia mengalami krisis pembelajaran. Banyak anak belum mampu membaca dan memahami teks sederhana pada usia 10 tahun, sehingga diperlukan upaya kolektif untuk mengatasinya,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Satish Menon, Senior Program Officer for Global Education di Gates Foundation India, juga menekankan kalau kolaborasi antara berbagai pihak adalah kunci untuk memperkuat dasar literasi dan numerasi secara berkelanjutan di Indonesia.

Jurus perkuat skill siswa

Dengan inisiatif ini, dukungan akan mencakup setidaknya 45.000 siswa menggunakan pendekatan yang terukur dan mengikuti praktik terbaik global. “Inisiatif ini membuktikan bahwa kolaborasi yang solid dapat mendorong perubahan yang signifikan.”

"Dengan kepemimpinan pemerintah, dukungan mitra, dan pemanfaatan data yang efektif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan dampak pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna bagi masa depan anak-anak,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, ada tiga perhatian utama yang akan ditingkatkan. Pertama, peningkatan kompetensi melalui metode pembelajaran yang menyoroti kemampuan berpikir dasar, termasuk pemahaman bacaan dan penyelesaian masalah secara logis. Kedua, menciptakan kebiasaan membaca dengan meningkatkan keterlibatan dalam membaca dan menyediakan bahan bacaan yang menarik serta mudah diakses. Ketiga, pengembangan budaya belajar numerasi yang menitikberatkan pemahaman logis, bukan hanya sekadar menghafal angka.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

​POV: When the government and global giants start a massive collab to make sure our education is actually top-tier. Proyek ini beneran big deal karena literasi itu bukan cuma soal nilai rapor, tapi soal gimana kita bisa berpikir kritis dan nggak gampang kemakan hoaks di masa depan. It's giving major 'future-proofing our generation' vibes! 

Kemendikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah UNICEF pendidikan

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB