Ramai Isu Reshuffle, Pengamat Sebut Kondisi Global Mempengaruhi

Editor: Alfian Tegar
Kamis, 9 April 2026 | 17:49 WIB
Ramai Isu Reshuffle, Pengamat Sebut Kondisi Global Mempengaruhi
Ramai Isu Reshuffle, Pengamat Sebut Kondisi Global Mempengaruhi (Tim Media Presiden)

astakom.com, Jakarta — Belakangan ini, isu reshuffle Kabinet Merah Putih mencuat dan menjadi perbincangan hangat publik.

Beberapa pengamat ikut merespons dan menyampaikan beberapa pandangan mengenai munculnya isu ini.

Salah satu pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengatakan wacana reshuffle itu bukan isu yang muncul secara mendadak.

Reshuffle ini bukan muncul mendadak. Momentumnya saja yang sekarang terasa lebih kuat karena bertemu dengan tekanan energi global dan mulai menguatnya narasi oposisi di ruang publik,” terang Arifki, dikutip dari media, Kamis (9/4/2026).

Kondisi global disebut mempengaruhi

Menurutnya, kondisi global yang berdampak pada sektor energi dan ekonomi menuntut pemerintah memastikan kesiapan kabinet dalam merespons situasi secara cepat dan tepat.

“Dalam situasi seperti ini, Presiden Prabowo Subianto tentu akan lebih berhati-hati. Yang dibutuhkan bukan sekadar figur politik, tetapi menteri yang benar-benar ahli dan mampu membantu memperkuat kinerja pemerintah,” jelasnya.

Upaya menjaga efektivitas

Menurutnya, reshuffle bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari upaya menjaga efektivitas kinerja pemerintahan agar tetap dirasakan masyarakat.

“Tujuan akhirnya tetap sama, bagaimana pemerintah bisa bekerja lebih efektif dan masyarakat merasakan dampaknya. Di situ kepuasan publik menjadi ukuran,” ujarnya.

“Kalau momentum ini dikelola dengan tepat, reshuffle bisa menjadi penguatan. Tapi kalau tidak, justru bisa membuka ruang tafsir yang lebih luas dan tidak memberikan efek positif ke pemerintah,” pungkasnya.

Reshuffle sebagai penguat institusi

Selain itu, pengamat politik Herry Mendrofa mengatakan wacana tersebut seharusnya bukan sekadar perombakan teknis semata.

Menurutnya, dalam konteks konsolidasi demokrasi, reshuffle seharusnya menjadi instrumen untuk memperkuat institusi, bukan sekadar memperkuat patronase.

"Jika Presiden berani menempatkan teknokrat independen dan bahkan kritikus dalam kabinet, maka itu akan menjadi langkah radikal yang menantang tradisi oligarki,” ujar Herry, kepada media, Rabu (8/4/2026).

Respons Istana soal isu reshuffle

Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan belum adanya rencana perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Belum ada,” ujar Prasetyo singkat saat ditanya wartawan terkait kemungkinan isu reshuffle, Rabu (8/4/2026).

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya seolah memberikan bocoran terkait dengan isu perombakan kabinet atau reshuffle di pemerintahan Presiden Prabowo.

“Tunggu aja,” ujarnya usai mendampingi siswa sekolah dalam kunjungan ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).(aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Isu reshuffle Kabinet Merah Putih lagi rame, tapi kata pengamat ini bukan tiba-tiba, melainkan efek tekanan global dan dinamika politik yang makin kerasa. Buat Prabowo Subianto, reshuffle dilihat sebagai cara jaga kinerja kabinet tetap efektif, idealnya isi figur yang kompeten bahkan independen. Tapi sejauh ini Istana masih santai dan belum ada rencana dekat, jadi vibes-nya masih “wait and see.”

Reshuffle Kabinet Reshuffle Kabinet 2026 kabinet merah putih Pengamat politik

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB