Iran Spill Jalur Rute Aman Hindari Ranjau Laut di Selat Hormuz, Ada Syaratnya!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 9 April 2026 | 19:52 WIB
Iran Spill Jalur Rute Aman Hindari Ranjau Laut di Selat Hormuz, Ada Syaratnya!
Iran Umumkan Jalur Baru di Hormuz, Hindari Ranjau Laut! (Astakom / Ilustrasi Selat Hormuz Freepik)

astakom.com, JakartaIran menyampaikan jalur alternatif bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, Kamis (9/4/2026).

Rute pengganti tersebut dirancang untuk mengelakkan bahaya ranjau laut di area utama jalur air yang krusial itu

Teheran udah sepakat buat membuka kembali selat itu untuk sementara, dalam rangka gencatan senjata selama dua minggu.

Spill rute llternatif anti ranjau di Hormuz

"Semua kapal yang bermaksud melintasi Selat Hormuz dengan ini diberitahu bahwa untuk mematuhi prinsip-prinsip keselamatan maritim dan untuk terlindungi dari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut, mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz," ucap Garda Revolusi Iran pada sebuah pernyataan yang dilansir oleh AFP, Kamis (9/4/2026).

Pernyataan itu berisi arahan mengenai jalur alternatif untuk masuk dan keluar lewat selat tersebut.

Kapal-kapal perlu mengikuti jalur dari Laut Oman ke utara Pulau Larak, kemudian melanjutkan menuju Teluk untuk memasuki Selat Hormuz.

Untuk meninggalkan tempat tersebut, kapal harus melintasi sisi selatan Pulau Larak, kemudian bergerak menuju Laut Oman.

Syarat & Ketentuan melintasi rute aman

Walaupun begitu, Iran mengharuskan kapal kapal buat setuju atas aturan bea masuk lebih dahulu lalu dibayar dalam mata uang kripto atau yang China.

Biaya yang ditentukan sekitar satu minggu sebelumnya tergantung pada dimensi kapal.

Pembayaran mencapai 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 34 miliar buat tanker super yang bisa mengangkut sekitar dua juta barel minyak.

Limit 12 Kapal: Gencatan Senjata yang Super Ketat

Sebelumnya, Iran mengungkapkan kepada para mediator buat membatasi jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz menjadi sekitar 12 kapal setiap hari serta memberlakukan biaya tol di bawah kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Para mediator Arab menyampaikan kalau kapal-kapal yang lewat harus berkoordinasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), sebagaimana dilansir dari Wall Street Journal pada Kamis, (9/4/2026).

S&P Global Market Intelligence mencatat kalau hanya empat kapal yang dapat izin melintas pada Rabu (8/4/2026), jumlah terendah yang tercatat di bulan April atau berkurang dari lebih dari 100 kapal per hari sebelum konflik.

Monitoring Ketat: Di bawah Pengawasan Langsung Militer Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menekankan kalau aktivitas di jalur air selama periode gencatan senjata dua minggu akan diawasi oleh angkatan bersenjata Iran.

Komentar itu, di media sosial, dibagikan kembali oleh Presiden AS Donald Trump dan Gedung Putih. (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Anyway, situasi di Selat Hormuz sekarang lagi masuk mode "bayar tol premium" di bawah pengawasan ketat Iran. Gencatan senjata dua minggu ini emang kasih napas buat jalur logistik dunia, tapi syaratnya lumayan challenging: dari rute yang harus muterin Pulau Larak demi hindari ranjau, kuota harian yang super terbatas, sampai metode pembayaran yang cuma terima kripto atau Yuan. Intinya, meskipun jalurnya dibuka, Iran tetep pegang kendali penuh (gatekeeping) atas siapa aja yang boleh lewat dan berapa biayanya, bikin harga minyak dunia bener-bener bergantung sama kelancaran diplomasi ini.

iran selat hormuz teheran UpdateTimur Tengah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB