500 Titik Lumpur di Sumatera Bersih, Aktivitas Warga Berangsur Normal

Editor: A. Cuwantoro
Kamis, 9 April 2026 | 15:46 WIB
500 Titik Lumpur di Sumatera Bersih, Aktivitas Warga Berangsur Normal
Muhammad Tito Karnavian selaku Kasatgas PRR meninjau langsung proses pemulihan pascabencana Sumatera di Aceh Tamiang, Sabtu (4/4/2026). (astakom/Satgas PRR).

astakom.com, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat progres signifikan dalam upaya pembersihan lumpur pascabencana longsor dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Berdasarkan data per 6 April 2026, sebanyak 527 titik terdampak telah berhasil dibersihkan dari total 572 lokasi sasaran. Rinciannya, Aceh mencatat 480 lokasi rampung dari 519 titik, Sumatera Utara 18 dari 24 lokasi, sementara Sumatera Barat telah menuntaskan seluruh 29 titik yang terdampak.

Capaian tersebut menunjukkan lebih dari 92 persen area terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera telah tertangani, meningkat dibandingkan 2 April 2026 yang baru mencapai 445 lokasi bersih. Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pembersihan lumpur masih menjadi prioritas utama dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Ia menjelaskan, proses penanganan dilakukan dalam dua tahap. Tahap awal difokuskan pada pembukaan akses jalan nasional yang kini telah rampung sepenuhnya dan kembali berfungsi sejak 25 Januari 2026. Sementara tahap berikutnya diarahkan pada pembersihan fasilitas vital, meliputi sekolah, kawasan perkantoran, serta fasilitas umum seperti puskesmas, masjid, dan sarana sosial lainnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, Satgas PRR juga mengerahkan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri ke sejumlah titik terdampak, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada gelombang ketiga yang diberangkatkan Sabtu (4/4/2026), sebanyak 731 praja bersama 37 aparatur sipil negara Kementerian Dalam Negeri ditugaskan membersihkan 42 lokasi, mencakup kawasan permukiman, drainase, hingga fasilitas umum dan sosial.

“Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan lumpur, termasuk yang sudah mengeras, di berbagai titik seperti situs sejarah Istana Benua Raja, rumah warga, hingga saluran drainase,” ujar Tito saat memimpin apel pembukaan PKL gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Aceh Tamiang.

Gen Z Takeaway

Intinya, progres bersihin lumpur pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat udah gas banget, lebih dari 90% lokasi beres! Tim Satgas bareng praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri turun langsung ke lapangan, fokus ke tempat penting kayak sekolah, fasilitas umum, sampai rumah warga. Bahkan lumpur yang udah keras pun tetap diberesin. Singkatnya, recovery lagi dikebut biar aktivitas warga bisa balik normal secepatnya.

Tito Karnavian BanjirAceh banjir sumut Banjir Medan banjir sumbar Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB