Langkah Efisiensi Energi, DPR Dukung PJJ Mahasiswa Semester 5 ke Atas
astakom.com, Jakarta — Dorong penghematan energi nasional, Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mendukung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas.
Kebijakan pembelajaran jarak jauh itu dinilai dapat berkontribusi dalam penghematan energi nasional yang sedang dilakukan pemerintah.
“Penerapan PJJ secara selektif ini tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional kampus, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan mobilitas yang pada akhirnya mendukung penghematan energi secara nasional,” ujar Lalu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4/2026).
Tak menghilangkan esensi pendidikan
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan pembelajaran jarak jauh tidak boleh menghilangkan esensi pendidikan.
Menurutnya, interaksi akademik antara dosen dengan mahasiswa tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
“Fleksibilotas memang penting, tetapi esensi pendidikan tinggi tidak boleh hilang. Diskusi akademik, pembinaan karakter, serta proses mentoring tetap harus menjadi perhatian utama,” ujar Lalu.
"Perguruan tinggi harus diberi keleluasaan dalam menentukan model pembelajaran yang paling efektif. Dosen adalah pihak yang paling memahami kebutuhan mahasiswa dan karakter mata kuliah yang diajarkan," tambahnya.
PJJ mahasiswa dimulai pekan ini
Pemerintah akan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mahasiswa perguruan tinggi semester 5 ke atas. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkap bahwa kebijakan tersebut akan dimulai pada pekan ini.
"Mulai minggu ini," ujar Brian di Istana, Jakarta, Senin (6/4/2026). Nantinya, setiap program studi (prodi) diminta untuk mencermati mata kuliah mana yang bisa dilakukan pembelajaran jarak jauh.
Brian juga menyampaikan meski tidak belajar di kelas, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut jangan sampai mengurangi kualitas pembelajaran.
"Itu dengan mengatur perkuliahan sehingga lebih terkonsentrasi. Tentu sekali lagi ini tidak mengurangi capaian pembelajaran. Jangan sampai mengganggu kualitas pengajaran," tutur Brian. (aLf/aRsp)











