Kunci Sukses Haji 2026: Petugas Harus Punya 'Vibe' Ini!
astakom.com, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah menegaskan pentingnya peran petugas dalam keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Pernyataan ini disampaikan oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Dendi Suryadi pada saat menyampaikan Arahan dalam acara Pemantauan/Pengawasan Persiapan Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447/2026 M di Provinsi Jawa Timur di Asrama Haji Kelas I Surabaya. (6/7/2026).
Acara ini dihadiri oleh 690 orang yang meliputi Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tenaga Kesehatan, serta Petugas Haji Daerah (PHD) dan pihak-pihak lain yang relevan.
Irjen sebut Integritas 'Koentji' layanan top tier
Dendi menekankan kalau hanya kesiapan teknis tidaklah cukup untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan haji. Ia berpendapat kalau integritas merupakan faktor kunci yang menentukan mutu layanan kepada jemaah.
"Secara teknis kita sudah memiliki standar operasional prosedur, standar kerja, dan pedoman yang jelas. Namun yang paling utama adalah integritas. Tanpa integritas, sistem yang baik tidak akan berjalan optimal,” ucapnya, dikutip oleh astakom pada Selasa, (7/4/2026).
Ia juga me reminder kepada semua petugas untuk tetap menjaga profesionalisme selama melaksanakan tugas, termasuk dalam mempertahankan sikap dan tingkah laku di lapangan.
"Petugas harus mampu menjaga diri dan menjunjung etika yang tinggi. Hindari hal-hal yang dapat merusak integritas selama bertugas,” jelasnya.
Dalam penjelasannya, Dendi menyatakan kalau pengawasan pelaksanaan haji dilakukan secara komprehensif, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pascapelaksanaan melalui evaluasi dan audit.
Ibadah, ekonomi, higga dampak sosial
Selanjutnya, Kemenhaj menetapkan tiga fokus utama dalam pelaksanaan haji tahun ini, yaitu keberhasilan ibadah, keberhasilan ekosistem ekonomi haji, dan keberhasilan peradaban serta dampak sosial.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah menetapkan beberapa indikator keberhasilan, di antaranya terpenuhinya kuota haji, penurunan angka kematian jemaah, tidak adanya jemaah yang hilang, berkurangnya keluhan layanan, serta tidak terjadinya penyimpangan.
"Kita harus memastikan seluruh kuota haji terserap 100 persen. Selain itu, kita juga harus menekan angka kematian jemaah, memastikan tidak ada jemaah yang hilang, serta meminimalkan berbagai keluhan pelayanan," ucap Dendi.
Lebih lanjut, ia turut memaparkan kalau petugas haji sebagai ujung tombak pelayanan yang berinteraksi secara langsung dengan jamaah, hingga diminta buat bekerja secara kompetensi,responsif dan penuh tanggung jawab.
Petugas Satset, Responsif, & Full Senyum "Petugas haji adalah representasi negara di hadapan jemaah. Pastikan seluruh jemaah terlayani dengan baik dan tidak ada satu pun yang tertinggal. Kita berangkat bersama dan harus kembali bersama,” ucapnya.
Di sisi lain, Dendi juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha dan doa dalam melaksanakan tugas pelayanan.
“Ikhtiar harus maksimal, tapi jangan lupakan doa. Hadirkan nilai-nilai spiritual dalam setiap pelaksanaan tugas agar penyelenggaraan haji berjalan lancar dan penuh keberkahan,” sambungnya.
Fasilitas asrama haji 'Ready To Use'
Irjen Dendi Suryadi turut meninjau secara langsung atas kesiapan fasilitas dan infrastruktur di Asrama Haji Kelas I Surabaya.
Peninjauan ini dilaksanakan untuk memastikan semua fasilitas penunjang pelayanan jemaah telah siap dipakai menjelang operasi haji.
Ia meninjau berbagai fasilitas penting, mulai dari kamar jemaah, ruang kesehatan, area konsumsi, hingga sistem pendukung seperti kebersihan, keamanan, dan proses layanan keberangkatan.
Dendi menegaskan bahwa kesiapan fasilitas merupakan elemen krusial dalam memastikan kenyamanan dan keamanan bagi jemaah mulai dari tanah air.
“Kesiapan sarana dan prasarana harus benar-benar terjamin. Asrama haji adalah titik awal pelayanan, sehingga kualitasnya harus mencerminkan pelayanan terbaik negara kepada jemaah,” ucapnya.
Ia pun mengingatkan pengelola asrama dan semua pihak terkait untuk mempertahankan standar pelayanan serta melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mengantisipasi kemungkinan hambatan di lapangan.
Melalui aktivitas ini, Kemenhaj mengharapkan semua petugas dan pendukung infrastruktur memiliki persiapan yang menyeluruh, baik dari segi teknis, fasilitas, mental, maupun integritas.
Melalui sinergi yang kokoh dan komitmen bersama, pemerintah yakin pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dapat berlangsung lebih baik, aman, dan memberikan layanan optimal kepada jemaah Indonesia.(nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
POV: Being a Hajj officer is actually a big responsibility. Ternyata jadi petugas haji itu nggak cuma soal paham teknis, tapi harus punya "vibe" integritas yang tinggi. Bayangin, mereka adalah representasi negara yang harus stay responsif dan jujur selama ngurusin ribuan jemaah. Pesan dari Irjen jelas banget: kerja pakai hati, jaga etika, dan jangan lupa balance antara usaha maksimal plus doa. It’s giving main character energy in terms of service! Semoga haji 2026 beneran lancar dan membawa berkah buat semua.











