Avtur Naik 72%, Pemerintah Beri Subsidi Rp1,3T Untuk Jaga Harga Tiket Pesawat

Editor: Shintya
Selasa, 7 April 2026 | 11:16 WIB
Avtur Naik 72%, Pemerintah Beri Subsidi Rp1,3T Untuk Jaga Harga Tiket Pesawat
Avtur Naik 72%, Pemerintah All Out Subsidi Rp1,3T per Bulan Demi Jaga Harga Tiket Pesawat (astakom/instagram)

astakom.com, Jakarta - Untuk mengantisipasi lonjakan harga avtur global, pemerintah resmi menyiapkan paket kebijakan subsidi sekitar Rp1,3 triliun per bulan untuk dua bulan ke depan. Kebijakan strategis ini diambil supaya stabilitas industri penerbangan nasional tetap terjaga. 

Diketahui harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026 telah menyentuh angka Rp23.551 per liter. Harga avtur ini naik sekitar 72,45 persen dari Rp13.656,51 pada Maret. Lonjakan harga ini dipicu oleh ketegangan geopolitik global. Untuk rata-rata harga internasional juga naik menjadi USD1,338/liter.

Di industri penerbangan, avtur berkontribusi sampai 40 persen terhadap biaya operasional maskapai, makanya pemerintah gercep lakuin intervensi supaya kenaikan harga tiket tetap terkendali.

"Agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13 persen, jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp1,3 triliun per bulannya. Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan, maka ini Rp2,6 triliun," kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, dikutip pada Senin (6/04/2026). 

Pemberian PPN DTP

Instrumen utama di paket kebijakan ini salah satunya adalah pemberian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen buat tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri (domestik) kelas ekonomi.

Kebijakan ini akan berlaku selama dua bulan ke depan sambil memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Selanjutnya, pemerintah juga melakukan penyesuaian pada biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge). Komponen ini diseragamkan menjadi 38 persen, baik untuk pesawat jenis jet maupun propeller.

"Pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat. Jadi, pemerintah yang kita jaga adalah harga tiketnya," kata Airlangga.

Pembebasan bea masuk suku cadangan 

Kebijakan ini diikuti dengan pemberian insentif non-fiskal berupa pembebasan bea masuk suku cadangan pesawat terbang menjadi 0 persen.

Airlangga menyebutkan tujuan penghapusan bea masuk ini utamanya untuk meringankan beban finansial maskapai dalam pemeliharaan armadanya.

"Untuk menjaga ekosistem industri penerbangan, penurunan bea masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen, jadi suku cadang pesawat itu diberikan bea masuk 0 persen sehingga bisa menurunkan biaya operasional dari maskapai penerbangan," kata Airlangga

Meminta harga tiket pesawat naik

Dilansir dari redaksi Astakom, sebelumnya Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) meminta pemerintah mengizinkan harga tiket pesawat naik.

Permintaan penyesuaian tarif tiket pesawat itu imbas dari gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu naiknya komoditas energi dunia.(shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Harga avtur lagi skyrocketing gara-gara global tension, bikin biaya maskapai ikut naik. Pemerintah langsung step in lewat subsidi Rp1,3T/bulan + PPN DTP biar tiket nggak overprice. Intinya, ini strategi biar flight tetap affordable dan industri penerbangan stay stable tanpa shock ke penumpang.

harga avtur Subsidi Industri pesawat terbang

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB