Proposal Gencatan Senjata Stuck! Trump Panic Mode, Selat Hormuz Masih dalam Kendali Iran
astakom.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam dalam sebuah unggahan di media sosial yang berisi kata-kata kasar akhir pekan Minggu lalu seraya mengancam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik di Iran.
Ancaman dinyatakan jika Iran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz yang krusial, setelah mengumumkan penyelamatan seorang pilot dalam operasi yang "menakjubkan".
Trump menyatakan di platform Truth Social-nya kalau pilot yang "terluka parah" tersebut telah diselamatkan "dari jauh di kawasan pegunungan Iran".
Dia menyebutnya "salah satu misi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah Amerika Serikat".
Operasi penyelamatan pilot AS
Iran mengklaim telah menggagalkan operasi itu, dan mengeluarkan gambar yang tampaknya memperlihatkan puing-puing sejumlah pesawat, tetapi tidak membantah bahwa tentara AS telah menyelamatkannya.
Konflik yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran telah melanda kawasan Timur Tengah dan mengejutkan ekonomi dunia.
Trump ancam jadikan fasilitas Iran "Neraka"
Setelah batas waktu 48 jam yang dikeluarkan pada hari Sabtu, Trump mengingatkan Iran lagi untuk tidak menghalangi lalu lintas di Selat Hormuz.
"Buka Selat sialan itu, dasar bajingan gila, atau kau akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA!" ucap Trump, dilansir dari Anadolu, Senin, (6/4/2026).
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya terbungkus dalam satu hari, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!" sambungnya.
Selanjutnya, Trump menyampaikan kepada Fox News kalau ia meyakini ada "kemungkinan besar" Iran akan menerima kesepakatan.
Puing pesawat vs Klaim keberhasilan evakuasi
Media AS menginformasikan rincian operasi penyelamatan seorang penerbang AS, yang merupakan seorang petugas sistem senjata.
The New York Times melaporkan kalau para pilot dilengkapi dengan senjata, sinyal, dan alat komunikasi yang aman untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat.
Dua pesawat yang seharusnya mengantar dirinya dan para penyelamat ke lokasi aman terjebak di sebuah pangkalan terpencil di Iran dan harus dimusnahkan untuk mencegahnya jatuh ke tangan Iran, demikian laporan The New York Times dan CBS.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pasukan AS kemudian menggunakan tiga pesawat angkut tambahan untuk mengevakuasi pilot dan para penyelamatnya dari Iran.
Militer Iran menyatakan sudah menghancurkan empat pesawat AS yang terlibat dalam operasi itu, yang mereka klaim menggunakan bandara yang tidak terpakai di provinsi Isfahan selatan.
Media Iran juga melaporkan kalau lima individu meninggal dalam serangan selama operasi itu.
Rekaman yang dirilis oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran memperlihatkan sisa-sisa hangus pesawat Amerika yang tersebar di area gurun, dengan asap masih mengepul.
Trump memuji "Operasi Pencarian dan Penyelamatan yang ajaib" dan mengatakan itu terjadi "sebagai tambahan dari penyelamatan yang berhasil terhadap pilot pemberani lainnya, kemarin, yang tidak kami konfirmasi, karena kami tidak ingin membahayakan operasi penyelamatan kedua kami".
Iran menyatakan kalau anggotanya menembak jatuh pesawat tempur saat pilotnya melontarkan diri, sedangkan media Amerika hanya melaporkan bahwa pesawat tersebut telah ditembak jatuh.
Dateline batas waktu Proposal damai Trump
Batas waktu proposal gencatan senjata yang diupayakan dalam diplomasi perdamaian di Pakistan beberapa minggu lalu yang diajukan Trump akan berakhir pada pukul 21.00 malam ini Senin 6 April 2026.
Tanda-tanda pihak Iran menyetuji proposal damai tersebut sepertinya masih belum tampak. Hal ini akan semakin meningkatnya kekhawatiran mengenai pengaruh Iran di Selat Hormuz.
Wakil menteri luar negeri Oman dan Iran dilaporkan telah berdiskusi mengenai penyederhanaan lalu lintas di selat tersebut. (NAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
POV: When the world’s drama is reaching a boiling point! Gila sih, tensi AS-Iran lagi di level danger zone banget. Trump beneran no filter ngasih ancaman "Hari Pembangkit Listrik" kalau Selat Hormuz nggak segera dibuka. Tapi di balik semua aksi "adu mekanik" dan klaim operasi SAR yang kayak film action itu, kita semua berharap diplomasi lewat Oman bisa dapet middle ground. Karena kalau Selat Hormuz beneran stuck, ekonomi dunia—termasuk harga bensin kita—bakal ikut chaos! Let's hope everyone chooses peace over ego.













