Inggris Kumpulkan Deklarasi 30 Negara Bahas Skenario Unblock Selat Hormuz

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 2 April 2026 | 19:55 WIB
Inggris Kumpulkan Deklarasi 30 Negara Bahas Skenario Unblock Selat Hormuz
Pertemuan yang diadakan secara virtual pada hari Kamis (2/04/2026) bertujuan untuk memberikan tekanan diplomatik dan politik buka Selat Hormuz (Astakom / Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Gemini)

astakom.com, Jakarta – Hampir 30 negara bakalan berkumpul pada Kamis, (2/04/2026) untuk berupaya memberikan tekanan diplomatik dan politik demi membuka kembali Selat Hormuz.

Pertemuan yang diadakan secara virtual pada hari Kamis (2/04/2026)  bertujuan untuk memberikan tekanan diplomatik dan politik agar Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang telah ditutup oleh Iran setelah serangan AS dan Israel pada Republik Islam sejak 28 Februari lalu, bisa dibuka kembali. 

 30+ Negara bahas "unblock" selat hormuz

Melansir dari The Times of Israel pada Kamis, (2/04/2026) Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan kalau pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Yvette Cooper “akan mengevaluasi semua upaya diplomatik dan politik yang memungkinkan untuk memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal dan pelaut yang terjebak, serta untuk melanjutkan pergerakan barang-barang penting."ucapnya.

Serangan Iran atas kapal-kapal niaga, serta ancaman serangan yang lebih banyak, sudah menghambat hampir semua lalu lintas di jalur perairan yang menghubungkan Teluk Persia dengan lautan di seluruh dunia, menutup rute paling krusial bagi distribusi minyak global dan mengakibatkan lonjakan harga minyak

Seperlima dari minyak dan gas alam cair global melintasi selat hormuz  ini. Amerika Serikat tidak menjadi bagian dari negara-negara yang hadir dalam pertemuan hari ini. 

Suruh Inggris "Cari Minyak Sendiri" dan Jangan Manja 

Disisi lain, Trump secara khusus menyatakan bahwa Inggris dan Prancis ‘sebagai negara’ pasif selama eskalasi AS-Iran-Israel dianggap belum memberikan bantuan apapun dalam perang melawan Iran yang sudah berlangsung selama sebulan.

“Kepada semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris Raya, yang menolak terlibat dalam pemenggalan kepala Iran, saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, belilah dari AS, kita punya banyak, dan Nomor 2, kumpulkan keberanian yang tertunda, pergilah ke Selat itu, dan REBUT saja,” ucap Trump pada postingan platform di Truth Social pada Selasa (31/03/2026) lalu. 

“Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri sendiri, AS tidak akan ada lagi untuk membantu kalian, sama seperti kalian tidak ada untuk kami. Bagian tersulit sudah selesai. Cari minyak kalian sendiri!” ungkap Trump. 

Tidak ada negara yang mau memaksa membuka selat itu saat pertempuran sedang berlangsung, dan Iran bisa menyerang kapal menggunakan rudal anti-kapal, drone, kapal serang, serta ranjau.  

Akan tetapi, Starmer mengungkapkan pada Rabu lalu kalau perencanaan militer dari beberapa negara yang tidak disebutkan akan segera berkumpul untuk membahas cara menjamin keamanan pelayaran "setelah pertikaian berakhir." 

Pertemuan pada hari Kamis ini, (02/4/2026) ini dianggap sebagai langkah awal, yang akan diikuti oleh "pertemuan tingkat kerja" antara para pejabat untuk membahas rincian. 

“Melanjutkan pelayaran tidak akan mudah dan akan membutuhkan front persatuan kekuatan militer dan aktivitas diplomatik bersamaan dengan kemitraan dengan industri maritim,” ucap Starmer, dilansir dari AsiaOne, Kamis, (02/4/2026). 

35 Negara gabung deklarasi lawan blokade Iran 

Sebanyak 35 negara, di antaranya Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, Jepang, dan Uni Emirat Arab, telah menandatangani deklarasi yang menyerukan Iran untuk menghentikan upayanya menghalangi selat itu dan berkomitmen untuk "memberikan kontribusi yang tepat dalam menjamin jalur aman" melalui air tersebut. 

Minggu lalu, Cooper mendorong "penyelesaian segera" konflik di Timur Tengah, menuduh Iran mempermainkan ekonomi global dengan menghalangi pengiriman melalui selat itu, menjelang pertemuan menteri luar negeri G7 di Prancis yang dihadiri oleh Menlu AS Marco Rubio. 

Iran: Selat Hormuz terbuka, tapi tidak buat musuh! 

Ebrahim Azizi, ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, mengingatkan pada Rabu lalu kalau AS gak akan memperoleh kembali akses ke Selat Hormuz dan bahwa mulai sekarang hanya "mereka yang sesuai" dengan syarat Iran yang akan diperbolehkan untuk melalui kapal di selat krusial tersebut 

“Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali, tetapi bukan untuk Anda; selat itu akan dibuka untuk mereka yang mematuhi hukum baru Iran,” tulis Azizi di platform X , tanpa menjelaskan secara spesifik apa syarat-syarat baru tersebut.

“47 tahun pengabdian di bidang perhotelan telah berakhir selamanya,”sambungnya. (naD/ aRsp)

Gen Z Takeaway

​POV: Ekonomi dunia lagi kena mental gara-gara Selat Hormuz diblokir Iran! Inggris akhirnya gercep kumpulin 30 lebih negara buat cari cara buka jalur minyak paling krusial ini lewat jalur diplomasi. Tapi, dramanya makin seru karena Trump malah nge-gas dan bilang AS gak bakal bantu—dia nyuruh Inggris dkk "adu mekanik" sendiri kalau berani. Di sisi lain, Iran kasih warning keras kalau mereka cuma bakal buka selat itu buat negara yang nurut sama aturan baru mereka. Intinya, dunia lagi pusing rebutan jalur "napas" energi, dan kalau ini gak kelar, harga bensin bisa bikin kita nangis di pojokan!  

selat hormuz inggris PM Inggris minyak dunia eskalasi timur tengah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB