Itjen Awasi Ketat Pelaksanaan Ibadah Haji, biar Gak Ada Celah!
astakom.com, Jakarta – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenhaj melakukan pengawasan ketat terhadap setiap tahap pelaksanaan haji agar berjalan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi jemaah.
"Itu diberikan amanat oleh undang-undang untuk melakukan pengawasan dalam proses pelaksanaan haji dan umrah, dari segi anggaran dan kinerja aparatur,” jelas Mulyadi Nurdin Irwil III, pada saat meninjau asrama haji Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin kemarin dikutip oleh astakom pada Selasa, (31/3/2026).
Zero Tolerance! Itjen Kawal Anggaran dan Kinerja Aparatur Haji
Ia menyatakan kalau Presiden Prabowo Subianto mau menjalankan haji ke depan dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya, dan lembaga Kemenhaj harus memiliki integritas dan kompetensi yang tinggi."Penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara yang mencakup kehormatan bangsa, kepercayaan umat, serta wibawa Indonesia di mata dunia internasional.” jelasnya.
Sesuai dengan hal itu, semua elemen yang berhubungan dengan layanan haji akan diperhatikan dengan serius oleh Inspektorat Jenderal, mencakup kinerja panitia, petugas, dan tim yang diberi tanggung jawab untuk penyelenggaraan layanan haji dan umrah.
Pengawasan 360 Derajat: Dari Asrama Haji Hingga Tanah Suci
"Pengawasan dilakukan pada semua aspek layanan baik yang dilakukan di dalam negeri maupun di Arab Saudi, yang mencakup semua jenis layanan yang diberikan kepada jemaah haji,” ucap Alumni Lemhannas RI tersebut.Ia memasukkan ruang lingkup pengawasan dalam negeri seperti perencanaan, pelaksanaan, dan laporan kegiatan layanan, termasuk yang dilaksanakan di asrama haji.
"Asrama haji menjadi gerbang awal keberangkatan jemaah berperan penting dalam menyukseskan ibadah haji, oleh karena itu menjadi atensi Kami dalam mengawasi agar semua berjalan sesuai rencana yang ditetapkan oleh Pemerintah,” ucap alumni Universitas Al-Azhar Mesir tersebut.
Aspek pengawasan di Arab Saudi meliputi semua layanan, yaitu transportasi, akomodasi, konsumsi, serta layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Mulyadi Nurdin menginginkan semua pihak yang terlibat untuk berkomitmen dalam menyukseskan haji serta memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah.
No Pungli, No Manipulasi: Ultimatum Keras buat Petugas Lapangan
Selain itu, Ia juga menyebutkan penjelasan Menhaj Gus Irfan Yusuf, serta Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, bahwa Pemerintah tidak memberikan toleransi atau sikap nol toleransi terhadap manipulasi, penyelewengan, dan pelanggaran privasi. Petugas harus bertindak serius dan dengan sepenuh hati dalam melayani jemaah.Peran Petugas Haji juga berfungsi sebagai layanan lukisan wajah haji. Dia berpendapat bahwa petugas haji merupakan garda terdepan dan wakil Pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada jemaah selama pelaksanaan haji.
One Team, One Command: Buang Ego Sektoral demi Kenyamanan Jemaah
"Semua harus berkomitmen dan bekerja dengan sungguh-sungguh, petugas haji harus bekerja dalam satu komando, satu tim, serta mengabaikan ego sektoral,” ucapnya.Dengan persiapan yang baik, Ia berharap pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar, aman, nyaman, tertib, mabrur, dan tanpa meninggalkan masalah.











