68 Tahun Kemitraan Indonesia-Jepang: Lawatan Presiden Prabowo Bahas Investasi, Energi, Kelautan dan Digital

Editor: AR Purba
Senin, 30 Maret 2026 | 13:49 WIB
68 Tahun Kemitraan Indonesia-Jepang: Lawatan Presiden Prabowo Bahas Investasi, Energi, Kelautan dan Digital
[Tim Media Presiden]

astakom.com, Tokyo – Usai melakuka kunjungan monitoring pada beberapa program kerakyatan di dalam negeri Aceh dan Jakarta selama libur lebaran lalu. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kini memulai rangkaian kegiatan luar negerinya dengan mengunjungi salah satu negara mitra di Asia Timur, yakni Jepang dan Korea Selatan. Rencana kegiataan bilateral Presiden tersebut akan berlangsung selama 29 Maret 2026 hingga 2 April 2026.

Diberitakan sebelumnya pada kanal News Photos astakom.com Minggu (29/03/2026), Presiden Prabowo tiba di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, pada Minggu malam waktu setempat.

Kedatanganya disambut hangat di bawah tangga pesawat Kepresidenan oleh Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Jepang, Iwao Horii, serta Kepala Protokol Negara Jepang, Tadayuki Miyashita. Turut menjemput di bandara adalah Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, dan Atase Pertahanan RI di Tokyo, Laksma TNI Hidayaturrahman.

Pada beberapa foto yang diterima secara eksklusif oleh redaksi astakom.com, terlihat suasana akrab, Presiden menyempatkan diri menyapa para diaspora Indonesia yang telah menunggu di area hotel tempatnya bermalam sebelum memulai agenda resmi keesokan harinya.

Ketibaanya di Tokyo, Presiden Prabowo tampil berwibawa dengan mengenakan setelan kemeja putih berbalut jas formal berwarna biru donker yang dipadukan dengan dasi merah favoritnya.

Tidak lupa Presiden Prbaowo juga mengenakan peci hitam khas pejabat Indonesia. Penutup kepala peci hitam dimasa Prabowo dikenal luas sebagai identitas diplomasi Indonesia dipanggung internasional.

Kemitraan-bilateral 68 Tahun Indonesia- Jepang

Dari pubikasi akun oficial stekab dan setneg diinformasikan, agenda utama kunjungan ini berfokus pada penguatan hubungan bilateral yang telah terjalin selama 68 tahun. Presiden dijadwalkan melakukan state call atau pertemuan kehormatan dengan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran, yang akan dilanjutkan dengan jamuan makan siang kenegaraan.

Mengutip pernyataan keterangan Pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres) pada Senin (30/03/2026), Menteri Luar Negeri Sugiono yang turut membersamai kunjungan Presiden Prabowo tersebut, memberikan pernyataan terkait arah diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo selama berada di Tokyo:

"Fokus utama Bapak Presiden adalah memastikan keberlanjutan kerja sama yang sudah ada, sekaligus memperluas kolaborasi di sektor transisi energi dan penguatan sumber daya manusia melalui program magang teknis (Indonesia- Jepang)." ujar Menlu.

Selain itu, Presiden akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, untuk membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kerja sama investasi di sektor energi bersih, pengembangan teknologi digital, hingga isu keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Selain pertemuan dengan pejabat pemerintahan setempat, Presiden Prabowo juga dijadwalkan berdialog dengan para pelaku usaha besar di Jepang (Keidanren). Pembahasan utama dalam pertemuan bisnis tersebut mencakup memaksimalkan investasi Jepang.

Dikutip astakom.com dari laman setneg.go.id hari ini Senin (30/03/2026), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaiakn, pada lawatan rombongan Presiden di Jepang, akan dibahas kerjasama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital.

Dalam kunjungan resmi ini, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat teras Kabinet Merah Putih. Tampak mendampingi beliau antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Turut juga pimpinan BPI Danantara ikut menyertai dengan tiba lebih awal di Tokyo.

Kehadiran menteri-menteri teknis ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengeksekusi kesepakatan-kesepakatan konkret yang dihasilkan dari pertemuan di Tokyo.

Kemitraan strategis dan komprehensif

Hubungan Indonesia-Jepang saat ini berada pada level Kemitraan Strategis Komprehensif. Melalui kunjungan ini, kedua negara sepakat untuk memperdalam kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk program pelatihan tenaga kerja terampil Indonesia untuk bekerja di sektor-sektor krusial di Jepang. Hal ini menjadi langkah nyata dalam memitigasi tantangan ekonomi global yang kian dinamis.

Rencananya, kunjungan resmi Presiden Prabowo di Jepang berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 29 hingga 31 Maret 2026. Durasi yang singkat namun padat agenda ini dimanfaatkan secara maksimal untuk mengamankan berbagai komitmen kerja sama ekonomi dan politik sebelum Presiden Prabowo melanjutkan lawatan diplomatiknya ke Korsel.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian agenda di Tokyo pada 31 Maret, Presiden beserta rombongan dijadwalkan langsung bertolak menuju Seoul, Korea Selatan. Kunjungan ke Korea Selatan tersebut merupakan kelanjutan dari misi diplomasi maraton Presiden Prabowo untuk memperkokoh posisi Indonesia sebagai jembatan ekonomi dan stabilitas di kawasan Asia Timur. (aRsp)

Gen Z Takeaway
Presiden Prabowo Subianto lagi gaskeun diplomasi ke Jepang buat upgrade kerja sama yang udah 68 tahun jalan, fokusnya ke investasi, energi bersih, digital, sama peluang kerja/skill buat SDM Indonesia—plus ketemu petinggi kayak Sanae Takaichi dan pelaku bisnis biar deal-nya makin konkret; overall vibes-nya Indonesia pengen makin cuan, makin maju, dan makin kuat posisinya di Asia Timur 🚀

indonesia-jepang Diplomasi Prabowo Kunjungan Bilateral Menlu Sugiono Prabowo Subianto Presiden Kunjungan di Jepang Presiden Prabowo Setkab Teddy

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB