Benarkah 2 Tangker Pertamina Sudah Lolos dari Blokade Selat Hormuz? Berikut Updatenya

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Minggu, 29 Maret 2026 | 17:42 WIB
Benarkah 2 Tangker Pertamina Sudah Lolos dari Blokade Selat Hormuz? Berikut Updatenya
Benarkah 2 Tangker Pertamina Sudah Lolos dari Blokade Selat Hormuz? Berikut Updatenya [astakom/PIS]

astakom.com, Jakarta - Kepastian mengenai nasib dua kapal tanker milik Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang sempat tertahan di kawasan Teluk Arab akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, mulai menemui titik terang. Meski belum sepenuhnya "bebas" melintas, sinyal positif mulai muncul dari meja diplomasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan negosiasi intensif untuk mengeluarkan kedua kapal tersebut.

Bahlil mengakui proses ini tidaklah instan karena adanya antrean panjang kapal dari berbagai negara serta dinamika keamanan di Timur Tengah yang masih fluktuatif.

Nego Intens: Nasib Kapal Tanker Pertamina di Tengah Antrean Global

"Ya kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz," ucap Bahlil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip oleh astakom pada Minggu, (29/3/2026).

Kabar terbaru dari Kementerian Luar Negeri RI membawa optimisme. Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan bahwa pihak Teheran telah memberikan respons positif terhadap upaya diplomatik Jakarta.

Green Light dari Teheran: Sinyal Jalur Aman buat Grup Pertamina

"Kedutaan Besar Iran (di Jakarta) telah menyampaikan pertimbangan positif pemerintah Iran terkait jalur aman bagi kapal-kapal Grup Pertamina di Selat Hormuz,” ujarnya dikutip oleh astakom pada Minggu, (29/3/2026).

​Pemerintah Iran melalui kedutaan besarnya telah menyampaikan pertimbangan untuk memberikan jalur aman (safe passage) bagi kapal-kapal Grup Pertamina.

Cek Ombak: Koordinasi Internal Sebelum Kapal Benar-Benar "Meluncur"
Saat ini, pihak Pertamina International Shipping tengah berkoordinasi dengan Kemlu untuk memastikan kesiapan awak kapal, aspek asuransi, serta keamanan muatan sebelum melakukan pergerakan.

"Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Indonesia di Teheran akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya untuk memastikan kelancaran lalu lintas kapal-kapal milik Pertamina melalui Selat Hormuz,” ucap Bapak Vahd, dilansir dari The Straitstimes pada Minggu, (29/3/2026).

"Pertamina Pride mengangkut minyak mentah untuk penggunaan domestik, sementara Gamsunoro mengangkut bahan bakar minyak untuk melayani konsumen "eksternal," ucap Ibu Vega pelaksana tugas sekretaris perusahaan.

Kondisi Indonesia sedikit berbeda dengan beberapa negara lain yang telah lebih dulu mendapat izin melintas. Iran diketahui menerapkan kebijakan prioritas bagi negara-negara yang dianggap bersahabat.

Jalur Prioritas: Kenapa Negara Tetangga Bisa Lewat Duluan?
Kebijakan ini diungkapkan lewat akun platform X Konsulat Jenderal Iran di Mumbai yang mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan," tulis unggahan, dikutip dari The Economic Times, Minggu (29/3/2026).

Pada saat yang sama, Malaysia memastikan bahwa kapal tankernya telah mendapatkan izin untuk melintas. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa izin itu didapatkan setelah berkomunikasi dengan beberapa pemimpin negara di daerah tersebut.

Dalam pidato yang ditayangkan di televisi, Anwar juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas kebijakan itu.

"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ucap Anwar dilansir dari Reuters, Minggu (29/3/2026).

Gen Z Takeaway
​Main character energy dari diplomasi kita beneran lagi diuji banget di Selat Hormuz. Jujurly, berita ini bikin kita sadar kalau urusan "jalur aman" itu nggak cuma soal mesin kapal, tapi soal seberapa bestie negara kita di mata dunia. Meskipun Malaysia udah dapet izin duluan, sinyal positif dari Iran buat Pertamina itu udah good sign banget daripada stuck tanpa kepastian. Intinya, kita harus sabar nunggu hasil nego pemerintah sambil berharap pasokan BBM domestik tetap aman terkendali dan nggak kena spill dampak krisis ini lebih jauh.

BBM iran kapal kargo pertamina selat hormuz

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB