Dari Bensin ke Listrik: Strategi Prabowo Bikin RI Lebih Hemat Energi
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memaparkan gagasan konversi kendaraan di Indonesia dari yang asalnya berbahan bakar bensin menjadi tenaga listrik.
Presiden Prabowo yakin kalau konversi ini bisa membuat negara menjadi lebih hemat dan nggak bergantung pada pasokan BBM. Konversi ini diproyeksikan akan dikenakan buat seluruh kendaraan mulai dari motor, mobil sampai truk.
Nantinya rencananya bensin tetap ada dan digunakan oleh kelas menengah atas. Soalnya nanti harga bensin akan disesuaikan dengan fluktuasi harga minyak dunia.
"Semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo pakai bensin lo bayar aja harga dunia, mau US$ 200, yang lain kita sudah bikin simulasi ternyata naik motor, kalau dia pakai listrik pengeluarannya tinggal 20%, seperlima, jadi ini, this is our game changer," kata Presiden Prabowo dalam tayangan Youtube 'Presiden Prabowo Menjawab!!', dikutip pada Kamis (26/3/2026).Memperbanyak PLTS
Di samping itu, Presiden Prabowo bertekad untuk menambah dan memperbanyak pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Presiden punya target kalau Indonesia bisa punya pembangkit tenaga surya sebesar 100 gigawatt dalam waktu setahun ke depan.Dengan begitu rencana RI tidak bergantung pada pembangkit listrik bertenaga diesel.
"Kita masih punya pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 GW, ini yang kita tutup. Tidak boleh ada lagi listrik dari diesel, terlalu mahal jadi kita sekira dalam waktu dekat 13 GW bisa kita adakan, very soon kita tidak akan pakai diesel-solar untuk listrik," tegasnya.
Subsidi konversi motor listrik
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat ngespill rencana percepatan konversi motor konvensional menjadi motor listrik. Untuk mendukung program itu, pemerintah bakal memberikan subsidi seperti sebelumnya.Selain itu, Bahlil juga mengatakan soal percepatan implementasi energi bersih seperti pembangunan PLTS 100 Gigawatt dan konversi 120 juta motor ke mesin baterai listrik setelah menghadiri rapat terbatas di Istana Negara beberapa waktu lalu.
"Semacam begitu (subsidi), tapi nanti kita cari formulasi yang baik," kata Bahlil, soal program percepatan yang akan diberikan pemerintah.
Estimasi subsidi
Menurutnya, nanti nilai program subsidi bakal diterapkan lebih murah daripada sebelumnya. Estimasi subsidi yang diberikan yakni senili Rp 5-6 juta per unit, karena dia menilai teknologinya yang sudah jauh lebih murah.Diketahui pemerintah sebelumnya pernah memberikan subsidi untuk konversi kendaraan motor listrik sebanyak 200 ribu unit sampai tahun 2024. Akan tetapi, subsidi senilai 7-10 juta itu tidak lagi dilanjutkan pemerintah.










