Rhoma Irama Donasi 100 Juta Bantu Artis Ikke Nurjanah & Izinkan Lagunya Dinyanyikan
astakom.com, Jakarta — Polemik royalti musik yang lagi ramai di industri dangdut kini makin terasa dampaknya ke para penyanyi. Di tengah situasi yang bikin banyak performer serba salah saat tampil, nama Rhoma Irama justru muncul dengan langkah yang cukup mengejutkan.
Bukan sekadar komentar aja, Rhoma Irama langsung menunjukkan aksi nyata dengan memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada Ikke Nurjanah. Bantuan ini disebut sebagai bentuk kepedulian di tengah tekanan yang dirasakan para penyanyi akibat isu royalti.
Langkah ini pun langsung jadi sorotan, karena datang di saat banyak penyanyi dangdut mulai merasa tidak bebas lagi membawakan lagu orang lain, bahkan khawatir tersandung aturan hukum yang berlaku.
Bantuan nyata di tengah ketegangan industri
Di tengah perdebatan yang belum menemukan titik temu, bantuan dari Rhoma menjadi simbol solidaritas yang jarang terlihat di industri musik.
Situasi saat ini memang sedang sensitif. Sejak penerapan aturan berbasis Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014 semakin diperketat, banyak penyanyi panggung merasa ruang geraknya terbatas.
Bahkan, beberapa di antaranya mulai ragu untuk tampil membawakan lagu populer karena takut berurusan dengan persoalan royalti.
'Nyanyiin aja, enggak perlu bayar'
Di luar bantuan materi, pernyataan Rhoma justru jadi highlight utama yang ramai diperbincangkan.
“Kalau saya pribadi, wahai para penyanyi dangdut di seluruh dunia, boleh nyanyiin lagu saya. Enggak saya tagih, enggak usah bayar sama saya.” Dikutip dari media pada Rabu, (25/3/2026).
Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk keberpihakan kepada para penyanyi yang saat ini berada di posisi sulit.
Rhoma bahkan menegaskan bahwa keputusannya bukan sekadar soal uang, melainkan bentuk kepedulian.
“Orang sedekah enggak harus dengan materi aja.” Sambungnya.
Hak pencipta vs rasa aman penyanyi
Meski begitu, Rhoma tidak menutup mata bahwa royalti adalah hak yang sah bagi pencipta lagu.
Ia menegaskan bahwa sikapnya bersifat pribadi dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak lain yang tetap memperjuangkan haknya sesuai aturan.
Di sisi lain, kondisi ini memperlihatkan realita baru di industri musik: ketika regulasi berjalan, tapi di saat yang sama muncul keresahan dari para pelaku di lapangan.
Gen Z Takeaway
Isu ini lagi nunjukin satu hal penting: industri kreatif itu bukan cuma soal hak, tapi juga soal ekosistem. Kalau satu sisi terlalu berat, yang lain bisa ikut goyah. Sikap Rhoma jadi contoh bahwa di tengah aturan yang ketat, empati tetap bisa jadi solusi alternatif.
astakom.com, Jakarta — Polemik royalti musik yang lagi ramai di industri dangdut kini makin terasa dampaknya ke para penyanyi. Di tengah situasi yang bikin banyak performer serba salah saat tampil, nama Rhoma Irama justru muncul dengan langkah yang cukup mengejutkan.
Bukan sekadar komentar aja, Rhoma Irama langsung menunjukkan aksi nyata dengan memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada Ikke Nurjanah. Bantuan ini disebut sebagai bentuk kepedulian di tengah tekanan yang dirasakan para penyanyi akibat isu royalti.
Langkah ini pun langsung jadi sorotan, karena datang di saat banyak penyanyi dangdut mulai merasa tidak bebas lagi membawakan lagu orang lain, bahkan khawatir tersandung aturan hukum yang berlaku.
Bantuan nyata di tengah ketegangan industri
Di tengah perdebatan yang belum menemukan titik temu, bantuan dari Rhoma menjadi simbol solidaritas yang jarang terlihat di industri musik.
Situasi saat ini memang sedang sensitif. Sejak penerapan aturan berbasis Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014 semakin diperketat, banyak penyanyi panggung merasa ruang geraknya terbatas.
Bahkan, beberapa di antaranya mulai ragu untuk tampil membawakan lagu populer karena takut berurusan dengan persoalan royalti.
'Nyanyiin aja, enggak perlu bayar'
Di luar bantuan materi, pernyataan Rhoma justru jadi highlight utama yang ramai diperbincangkan.
“Kalau saya pribadi, wahai para penyanyi dangdut di seluruh dunia, boleh nyanyiin lagu saya. Enggak saya tagih, enggak usah bayar sama saya.” Dikutip dari media pada Rabu, (25/3/2026).
Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk keberpihakan kepada para penyanyi yang saat ini berada di posisi sulit.
Rhoma bahkan menegaskan bahwa keputusannya bukan sekadar soal uang, melainkan bentuk kepedulian.
“Orang sedekah enggak harus dengan materi aja.” Sambungnya.
Hak pencipta vs rasa aman penyanyi
Meski begitu, Rhoma tidak menutup mata bahwa royalti adalah hak yang sah bagi pencipta lagu.
Ia menegaskan bahwa sikapnya bersifat pribadi dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak lain yang tetap memperjuangkan haknya sesuai aturan.
Di sisi lain, kondisi ini memperlihatkan realita baru di industri musik: ketika regulasi berjalan, tapi di saat yang sama muncul keresahan dari para pelaku di lapangan.













