Banyak Jembatan Desa baru Tersambung, Presiden Senggol Pengelolaan Dana Desa dan Optimalisasi Anggaran Daerah!

Editor: AR Purba
Jumat, 20 Maret 2026 | 19:17 WIB
Banyak Jembatan Desa baru Tersambung, Presiden Senggol Pengelolaan Dana Desa dan Optimalisasi Anggaran Daerah!
Presiden Prabowo mengundang dan melakukan dialog terbatas dengan beberapa unsur pengamat__praktisi guna membahas isu-isu krusial. Dialog tersebut di siarkan oleh stasiun TV nasional, Presiden Prabowo menyoroti optimalisasi dana desa yang sudah puluhan tahun berjalan. [Tim Media Presiden]

astakom.com, Hambalang- Belum lama ini, Presiden Prabowo mengundang dan melakukan dialog terbatas dengan beberapa unsur pengamat__praktisi guna membahas isu-isu krusial.

Dalam sebuah kesempatan bincang-bincang di kediamanya tersebut yang di siarkan oleh stasiun TV nasional, Presiden Prabowo menyoroti optimalisasi dana desa yang sudah puluhan tahun berjalan.

Baca juga: 218 Jembatan Rampung, Anak Sekolah Kini Menyeberang dengan Vibe Aman!

Presiden Prabowo mengungkapkan sebuah fenomena yang seolah baru 'ia sadari'. Adanya kebutuhan ribuan jembatan di daerah yang selama ini belum terpasang di banyak desa, sehingga akses anak sekolah dan penyaluran produk-produk pertanian ekonomi di pedesaan menjadi sulit.

Mnurut Presiden, hal itu terjadi karena banyaknya biaya yang dimiliki daerah Kabupaten dan Provinsi namun tidak melaksanakan pemerataan pembangunan, terutama di sektor wilayah pelosok seperti desa-desa. "Contoh tadi jembatan desa. Rakyat harus teriak, hingga Presiden harus turun tangan" ujar Presiden Prabowo dikutip redaksi astakom.com Jumat (20/03/2026) dari rekaman video dialog Presiden Prabowo di kediamanya, Hambalang.

Baca juga: Presiden Prabowo Wujudkan Jembatan untuk Akses Sekolah anak-anak di Nias yang Sempat Viral!

Pengelolaan daerah & dana desa belum optimal dan efisen!

Masih terkait urusan jembatan di wilayah terpencil-pedesaan tadi, Presiden Prabowo juga menyinggung pengelolaan dana desa yang selama ini ia anggap tidak tepat guna. Hingga problem pada aparatur desa dan pejabat setempat didaerah yang tidak efisien hingga begitu sulit menghadirkan keberadaan jembatan-jembatan tadi.

"Saya ambil alih tanggung jawab (pembangunan jembatan-jembatan di desa). Maaf, (padahal) ada dana desa. Kemana (juga) dana Bupati dan Gubernur?" tegas lontaran tanya Prabowo pada peserta dialog yangg hadir.

Menurut Presiden Prabowo, padahal biaya untuk membangun jembatan-jembatan di desa bisa dipenuhi dari anggaran dana desa 1 Milyar per tahun yang di transfer Pemerintah pusat selama ini. Misal jembatan gantung di desa, menurut Presiden Prabowo harganya hanya 300-500 juta. "Katakanlah yang (panjangngnya) 100 meter paling 800 juta. Kan bisa dia cicil 3-4 tahun (bahkan) untuk jembatan yang bagus" ujar Presiden Prabowo.

Pada kesempatan dialog tersebut, Presiden Prabowo bersama Satgas Jembatan yang dibentuk sudah mengidentifikasi ada sekitar 3000 jembatan yang sangat mendesak untuk segera dibangun.

Sempat viral anak sekolah menyeberangi sungai

Yemisa Zebua, siswi asal Kabupaten Nias, Sumatera Utara, sempat mencuri perhatian publik setelah videonya yang meminta pembangunan jembatan kepada Presiden Prabowo Subianto viral di media sosial.

Saat itu ia menceritakan bagaimana para siswa harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi setiap hari demi bisa sampai ke sekolah.

Baca juga: Kinerja Satgas Jembatan Presiden Prabowo: Jembatan Gantung Permudah Distribusi Panen Petani di Pangandaran

Permintaan tersebut kemudian mendapat respons pemerintah dari pemerintah pusat melalui pembangunan jembatan di wilayah tersebut.

Dalam dialog daring bersama Presiden Prabowo pada Senin (9/3/2026), Yemisa kembali menyampaikan rasa terima kasih atas jembatan yang kini mempermudah akses sekolah, sekaligus mengungkap sejumlah harapan lain terkait pendidikan dan kesejahteraan siswa di daerahnya.

218 Jembatan rampung untuk Konektivitas yang lebih baik
Sebelumnya pada edisi pemberitaan astakom.com Senin (9/3/2026), Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembangunan 218 jembatan yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia, dari jembatan bailey sampai armco.

Pembangunan jembatan di pedesaan yang masif tadi, merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan konektivitas, memulihkan infrastruktur dibeberapa wilayah yang semoat terkena bencana, dan memperbaiki aksesibilitas di wilayah terpencil pedesaan.

Baca juga: Retret Hambalang: Pemerintah Gaspol Target Tuntasin 6.900 Jembatan Gantung di 2026

“Saya Prabowo Subianto Presiden RI, dengan ini meresmikan 77 jembatan bailey, 59 jembaran armco, dan 82 jembatan perintis,” ucap Prabowo dikutip oleh astakom pada Selasa, (10/3/2026).

Gen Z Takeaways Prabowo Subianto lagi nge-highlight masalah klasik: dana desa tuh ada, tapi pemanfaatannya belum maksimal. Banyak desa masih kesulitan akses cuma gara-gara jembatan belum dibangun—padahal impact-nya gede banget buat sekolah sama ekonomi warga.
Dia juga “nyentil” pemerintah daerah, karena menurutnya anggaran sebenarnya cukup. Jadi muncul kesan kayak pembangunan nunggu viral dulu atau nunggu pusat turun tangan, baru gerak.
Menariknya, dari hitungan dia, bangun jembatan desa itu sebenarnya doable banget kalau dana desa dipakai dengan benar—even bisa dicicil beberapa tahun. Artinya, problemnya bukan di duit, tapi di manajemen dan prioritas.
Baca juga: Sat Set! TNI AD, Kemen PU, dan Masyarakat Mulai Bangun Jembatan Bailey

Bangun Jembatan gantung Dana Desa Pembangunan desa Prabowo Subianto Prabowonomics Presiden Prabowo Satgas Jembatan

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB