astakom.com, Jakarta — Memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menilai bahwa Indonesia tetap aman.
Qodari menyebut bahwa ini semua karena Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin adalah sosok yang visioner dalam membaca dinamika geopolitik global.
“Di tengah krisis pada hari ini, kita boleh dibilang aman, Pak AHY. Jadi Bapak Presiden Prabowo adalah sosok yang sangat visioner ya, mampu mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang akan terjadi di masa depan. Gitu ya mas AHY ya,” kata Qodari dalam konferensi pers persiapan mudik di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ketahanan pangan Bangsa Indonesia
Salah satu yang bentuk visioner Presiden Prabowo yang disorot Qodari yakni penguatan ketahanan pangan Indonesia yang sudah sejak lama jadi komitmennya.
Presiden Prabowo sudah berkali-kali menegaskan, ujar Qodari, bahwa tanpa pangan, tidak akan ada negara.
Qodari menjelaskan selama ini, berbagai program yang dijalankan Presiden Prabowo terkait penguatan ketahanan pangan pada dasarnya memang dirancang sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi krisis, baik krisis bencana maupun krisis global.
Swasembada pangan jadi fondasi kuat bangsa
Qodari menekankan, pemerintah tidak menunggu krisis terjadi, tetapi sudah menyiapkan fondasi lebih dulu sebelum ada gejolak dunia.
“Agar ketika ada gejolak internasional, termasuk konflik regional seperti yang sekarang sedang terjadi di Timur Tengah, Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat,” jelas Qodari.
“Jadi, Bapak Presiden dari awal sudah sangat menekankan pentingnya swasembada pangan. Dan pada hari ini kita semua menjadi saksi, saksi hidup, saksi sejarah, betapa pentingnya persiapan yang sudah dilakukan dari satu setengah tahun yang lalu ketika Bapak Presiden menjabat sebagai Presiden,” tutur Qodari.

