Pemerintah Fasilitasi Evakuasi WNI dari Iran Kembali ke Tanah Air dengan Selamat
astakom.com, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memfasilitasi evakuasi bertahap terhadap 32 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pada gelombang pertama, WNI yang dievakuasi terdiri dari 10 pekerja, 1 pengajar atau jurnalis, 14 pelajar atau mahasiswa, 2 pekerja migran Indonesia, serta 5 wisatawan.
Kloter pertama yang terdiri dari 22 orang WNI tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (10/03/2026), sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
“Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia dan selamat berkumpul bersama keluarga” ujar Menlu Sugiono saat menyambut para WNI tersebut.
Tanggapan mahasiswa terhadap wafatnya Khamenei
Setibanya di Indonesia, salah satu pelajar bernama M Zawad, yang ikut dalam evakuasi turut menyampaikan kesaksian sekaligus duka cita atas wafatnya pemimpin Iran, Ali Khamenei.
Ia menggambarkan Khamenei bukan sekadar pemimpin negara, melainkan sosok yang dianggap seperti figur ayah bagi rakyatnya.
“Jadi teman-teman perlu diketahui bahwasanya, Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya sekedar pemimpin tertinggi Islam Iran, tetapi beliau juga merupakan sosok ayah bagi lebih dari sekitar 80 juta masyarakat Iran,” ujar Zawad.
Pernyataan itu mencerminkan kedekatan emosional sebagian masyarakat Iran dengan pemimpin tertinggi mereka di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Prioritas pemerintah memastikan keselamatan WNI
Menlu menekankan, di tengah perkembangan situasi di Iran dan kawasan, prioritas pemerintah adalah untuk memastikan keselamatan para WNI yang berada di kawasan.
Pelaksanaan evakuasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan keselamatan dan pelindungan WNI di luar negeri, khususnya di wilayah yang terdampak konflik.
Berdasarkan catatan KBRI Tehran, jumlah WNI yang tercatat berada di Iran adalah 329 orang, yang mayoritas berstatus sebagai pelajar/mahasiswa dengan konsentrasi utama di Kota Qom, dan sisanya adalah PMI dan para ekspatriat.











