Kronologi Kapal Tanker Thailand Terbakar di Selat Hormuz: Apa yang Terjadi?

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 12 Maret 2026 | 18:29 WIB
Kronologi Kapal Tanker Thailand Terbakar di Selat Hormuz: Apa yang Terjadi?
Kronologi Kapal Tanker Thailand Terbakar di Selat Hormuz: Apa yang Terjadi? (Astakom / Angkatan Laut Kerajaan Thailand)

astakom.com, Jakarta - Departemen Kelautan Thailand menginformasikan bahwa kapal pengangkut barang curah berbendera Thailand, MAYUREE NAREE, mengalami kebakaran dan ledakan di ruang mesin ketika melalui Selat Hormuz pada (11/3/2026).

Sebanyak 20 anggota kapal telah berhasil dievakuasi dengan aman ke Oman, sedangkan tiga yang lain masih hilang dan berbagai pihak terkait tengah mengatur pencarian.

"Kapal tersebut diserang saat melintasi Selat Hormuz," ucal Angkatan Laut Thailand, melansir dari AFP pada Kamis, (12/3/2026).

Kejadian Mencekam di Selat Hormuz

Melansir dari The Nation pada Kamis, (12/3/2026) Kementerian Kelautan telah memberikan kabar terkini mengenai kejadian yang melibatkan kapal Thailand MAYUREE NAREE, sebuah kapal kontainer dengan berat kotor 19.891 ton, nomor registrasi 550000990, yang dioperasikan oleh Precious Flowers Co., Ltd. Kapal itu meledak di bagian belakang saat melewati Selat Hormuz pada 11 Maret 2026, kira-kira pukul 11:00 pagi waktu Thailand.

Gambar yang dibagikan oleh AL Thailand menunjukkan asap hitam pekat membubung dari lambung dan bagian atas kapal. Dalam gambar itu tampak beberapa rakit penyelamat yang mengapung di sekeliling kapal.

Berdasarkan laporan dari pemilik kapal, kapal serta 23 awaknya telah berangkat dari kawasan jangkar di Uni Emirat Arab.

Saat melintasi Selat Hormuz, ledakan terjadi di bagian belakang, yang menyebabkan kebakaran di area mesin. Kapten memilih untuk meninggalkan kapal, mengevakuasi kru ke perahu penyelamat, dan bantuan datang dari Angkatan Laut Kerajaan Oman.

Evakuasi Dramatis: 20 Kru Selamat

Dengan total 20 anggota kru berhasil dievakuasi dengan aman dan dibawa ke kota pelabuhan Khasab, Oman. Akan tetapi, 3 anggota kru dipastikan berada di ruang mesin saat kejadian, karena mereka sedang menjalankan tugas di lokasi tersebut. Usaha untuk mencari dan memberikan bantuan terus berlanjut.

Pada jam 13.46, Precious Shipping Public Company Limited alias pemilik kapal mengklarifikasi kalau 20 anggota kru udah diselamatkan ke darat, sementara 3 anggota kru lainnya masih dalam proses pencarian.

Serangan Udara yang Mengguncang
"Kapal kargo Thailand Mayuree Naree, dengan bobot 30.000 ton, diserang dari udara pada Rabu pagi setelah meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA). Serangan terjadi saat kapal melintasi Selat Hormuz dan terjadi kebakaran hebat di buritan kapal," ucap Rattanachaiphan melansir dari Reuters dikutip oleh astakom pada Kamis, (12/3/2026).

Menghubungi Angkatan Laut Oman dan Kedutaan Besar Thailand di Oman, seusai menerima informasi mengenai serangan itu melalui jalur angkatan laut internasional, untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.

Operasi Pencarian Masih Berlanjut
"Hingga kini, Angkatan Laut Oman telah menyelamatkan 20 dari 23 pelaut dari atas kapal tersebut. Operasi penyelamatan untuk tiga orang lain yang tersisa masih berlangsung," ucapnya.

Menurut informasi dari situs pelacakan kapal, Mayuree Naree terlihat berada di perairan Oman di Selat Hormuz dan bergerak sangat lambat dengan kecepatan sedikit melebihi satu knot.

Gen Z Takeaway
​The situation in Hormuz is literally unhinged! Kapal kargo sipil yang nggak ada urusannya samako perang pun ikut jadi korban serangan udara. Bayangin betapa traumatisnya para kru yang harus lompat ke rakit penyelamat di tengah laut yang penuh ranjau dan konflik. Ini bukti kalau Selat Hormuz sekarang adalah no-go zone yang bisa bikin ekonomi dan keselamatan global collapse sewaktu-waktu. Prayers up for the 3 missing crew members!

iran selat hormuz Thailand Update Konflik Timur Tengah 2026.

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB