IHSG Rebound! Setelah Sempat Tertekan Konflik Timur Tengah

Editor: AR Purba
Selasa, 10 Maret 2026 | 12:14 WIB
IHSG Rebound! Setelah Sempat Tertekan Konflik Timur Tengah

astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membaik pada perdagangan hari ini Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan data dari IDX, Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.19 WIB, IHSG melonjak tajam sampai 2,03 persen ke level 7.486,09, setelah sebelumnya bergerak volatil.

Diketahui IHSG sempat turun tajam di sesi-sesi terakhir imbas konflik di Timur Tengah dan faktor domestik.

Rebound IHSG di sesi ini dipengaruhi oleh nilai transaksi yang mencapai Rp3,52 triliun dengan volume perdagangan 6,08 miliar saham.

Dari perdagangan pasar hari ini, sebanyak 532 saham menguat, 127 saham terkoreksi, dan 299 saham lainnya bergerak stagnan.

Sebab IHSG melemah

Dikutip dari berbagai sumber, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di perdagangan sebelumnya sebab dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah di tingkat global.

FYI, harga minyak mentah di tingkat global telah menyentuh level 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

"Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.460- 7.860," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kemarin, dikutip Senin (9/3/2026).

Konflik Timur Tengah

Update konflik di kawasan Timur Tengah, pasukan AS dan Israel lagi membidik sejumlah fasilitas militer dan menyerang infrastruktur energi Iran. Termasuk depot penyimpanan minyak dan fasilitas terkait di sekitar Teheran dan provinsi Alborz, yang bisa menimbulkan kebakaran dahsyat.

Untuk membalas sasaran AS dan Israel, Iran melepaskan rudal balistik dan drone ke Israel dengan sasaran aset militer AS termasuk pangkalan di beberapa negara Timur Tengah.

Ketegangan itu menimbulkan  kekhawatiran terhadap distribusi perdagangan minyak global, seperti yang diketahui, Selat Hormuz yang ada di Timur Tengah adalah jalur utama distribusi energi global.

Harga minyak global
Pada Senin pagi, harga minyak global Crude Oil WTI tercatat telah menyentuh level 109,82 dolar AS per barel dan Brent Oil menyentuh 109,53 dolar AS per barel.

"Kami menilai eskalasi serangan terhadap fasilitas energi Iran berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia karena meningkatkan risiko gangguan pasokan, terutama jika konflik memengaruhi jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak global," kata Nico.

Selain itu, dampak domestik yang sudah diantisipasi pemerintah jika ada kenaikan harga minyak dunia adalah dengan penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penaikan harga BBM bersubsidi.

Langkah itu dilakukan jika lonjakan harga minyak dunia menekan APBN 2026.

Penyesuaian kebijakan
Jika tanpa penyesuaian kebijakan, defisit APBN berpotensi melebar sampai 3,6 persen dari PDB. Selain itu, akan dilakukan efisiensi belanja dan menunda proyek infrastruktur.

Meskipun berpotensi memperlambat realisasi proyek pembangunan dan aktivitas ekonomi di sektor konstruksi, langkah itu tetap diperhitungkan.

"Sementara itu, apabila pada akhirnya pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, dampaknya bisa memicu kenaikan inflasi,meningkatkan biaya transportasi dan logistik, serta menekan daya beli masyarakat," tambah Nico.

Gen Z Takeaway
IHSG sesi ini auto rebound naik sekitar 2% ke level 7.486 setelah sebelumnya sempat volatile gara-gara tensi geopolitik Timur Tengah. Lonjakan harga minyak dunia sampai di atas US$100 per barel sempat bikin market was-was karena bisa ganggu supply energi global. Kalau eskalasi makin panas, efeknya bisa spillover ke ekonomi domestik—mulai dari BBM subsidi sampai inflasi.

Berita ekonomi Bursa Saham Indonesia harga minyak dunia harga minyak mentah IHSG Indeks Harga Saham Gabungan Konflik Timur Tengah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB