Senat AS Gagal Ngerem Kewenangan Perang Lawan Iran!!
astakom.com, Jakarta - Senat Amerika Serikat udah gak nerima sebuah keputusan bipartisan yang disusun buat ngebatesin kekuasaan Presiden Donald Trump atas tindakan dalam melaksanakan militer terhadap Iran.
Melansir dari BBC pada Kamis, (5/3/2026) bahwa vonis tersebut dinyatakan gagal maju usai ditolak di Senat dengan suara 53-47,hampir seluruhnya bersumber garis partai.
Senat Tolak Batasi Kekuasaan Militer di Iran
Tujuan resolusinya buat nge stop tindakan militer AS lebih lanjut di Iran tanpa persetujuan Kongres, menekankan kalau cuma legislatif yang punya wewenang buat sepakat deklarasi perang berdasarkan Konstitusi AS.Tetapi, mayoritas Senator Republik udah nolak langkah tersebut dan support hak Trump buat lanjutin operasi militer.
Para senator Demokrat berpendapat kalau Trump udah melalaikan Kongres dan ngasih alesan yang gak stable buat intervensinya, sementara rata rata Republikan menyatakan mereka maybe bisa memperhitungkan lagi kalo konflik nya makin lebar.
Drama Pemungutan Suara: Senator Demokrat dan Republik 'Pindah Barisan'
Pada pemungutan suara, 2 senator pindah barisan :Senator Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania nentang putusan, sedangkan Senator Republik Rand Paul dari Kentucky milih buat ngedukungnya, sementara senator lain tetap kokoh di garis partai masing-masing.
Dilema Keamanan: Alasan Senat Emoh Kirim Sinyal Lemah ke Teheran
Senator Susan Collins, selaku Republikan moderat dari Maine, milih buat tolak resolusi dan bilang kalo ngesahin nya sekarang bakal ngasih sinyal yang wrong ke Iran dan pasukan AS,Walaupun ia menegaskan urgentnya support buat militer dan konsultasi berkelanjutan antara pemerintahan dan Kongres.
Ujian Berikutnya: Nasib Resolusi Perang Kini Bergeser ke DPR AS
Sebelumnya, Pemimpin Demokrat di Senat Chuck Schumer menganjurkan rekan-rekannya buat ngedukung resolusi tersebut dengan bilang kalau ini tuh momen buat stand up bareng rakyat Amerika yang capek sama perang yang tiada henti di Timur Tengah.Tindakan ini adalah ujian pertama buat Kongres semenjak Amerika Serikat dan Israel start serangan kepada Iran, yang udah memancing serangan balasan Iran ke Israel serta negara-negara yang beraliansi sama AS di Teluk.
Seusai ditolak di Senat, versi resolusi yang sama di schedule buat dipilih di Dewan Perwakilan Rakyat AS (House of Representatives),
Tapi di parlemen yang turut dikuasai Partai Republik, keberhasilan langkah tersebut masih dinilai gak pasti.











