Situs Warisan Dunia Istana Golestan Rusak Imbas Serangan Udara, UNESCO Bersuara

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Rabu, 4 Maret 2026 | 13:12 WIB
Situs Warisan Dunia Istana Golestan Rusak Imbas Serangan Udara, UNESCO Bersuara
Situs Warisan Dunia Istana Golestan Rusak Imbas Serangan Udara, UNESCO Bersuara (astakom/Kolase foto VCG)

astakom.com, Jakarta - Teheran lagi nggak baik-baik saja. Di tengah eskalasi konflik bersenjata yang memanas antara Iran dan koalisi AS–Israel, salah satu ikon sejarah dunia ikut terdampak.

Istana Golestan, situs Warisan Dunia yang jadi simbol kejayaan Dinasti Qajar, dilaporkan mengalami kerusakan setelah serangan udara di kawasan Lapangan Arg, awal pekan ini.

Bukan kena langsung, tapi efek puing dan gelombang kejutnya bikin elemen bangunan bersejarah ikut terdampak.

Kerusakan ini langsung memicu perhatian global, terutama dari badan kebudayaan PBB.

Gelombang kejut rusak elemen bersejarah

Menurut laporan kantor berita Iran, termasuk ISNA dan Mehr, serangan gabungan di selatan Teheran menyebabkan dampak fisik pada kompleks istana. Jendela pecah, pintu terdampak, dan cermin antik yang jadi ciri khas interior istana dilaporkan rusak akibat getaran keras.

Kawasan Lapangan Arg sendiri merupakan area bersejarah yang lokasinya sangat dekat dengan kompleks Istana Golestan. Dalam konteks konflik bersenjata, wilayah padat situs budaya seperti ini memang sangat rentan terkena efek tidak langsung dari serangan militer.

Iran dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami peningkatan intensitas serangan udara, yang tidak hanya berdampak pada fasilitas strategis tetapi juga area sipil dan kawasan bersejarah.

UNESCO: Warisan dunia harus dilindungi

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin, UNESCO menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.

“UNESCO terus memantau dengan cermat situasi warisan budaya di negara tersebut dan di seluruh wilayah, dengan tujuan untuk memastikan perlindungannya,” demikian keterangan yang diungah di situs resmi badan kebudayaan PBB itu.

UNESCO juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengkomunikasikan koordinat geografis seluruh situs Warisan Dunia dan situs yang memiliki signifikansi nasional kepada semua pihak terkait agar terhindar dari potensi kerusakan.

Sebagai pengingat, perlindungan situs budaya dalam konflik bersenjata diatur dalam Konvensi Den Haag 1954 tentang Perlindungan Harta Budaya dalam Kasus Konflik Bersenjata serta Konvensi 1972 tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia. Artinya, secara hukum internasional, situs seperti Istana Golestan seharusnya masuk kategori yang wajib dijaga.

Bukan sekadar bangunan tua

Golestan Palace bukan cuma istana biasa. Kompleks ini adalah saksi sejarah transformasi Teheran jadi ibu kota modern Iran saat Dinasti Qajar berkuasa.

Dibangun sejak abad ke-16 dan mengalami renovasi besar pada abad ke-18 dan ke-19, istana ini dikenal dengan perpaduan arsitektur Persia klasik dan sentuhan Eropa. Detail ubin rumit, aula seremonial megah, taman dengan kolam reflektif, sampai cermin dekoratif yang ikonik — semuanya punya nilai sejarah tinggi.

Istana ini bahkan dijuluki sebagai “Versailles dari Persia” karena kemegahan dan nilai artistiknya.

Letaknya yang berada di jantung pusat bersejarah Teheran membuatnya bukan cuma simbol politik masa lalu, tapi juga identitas budaya nasional Iran.

Ketika konflik mengancam warisan

Kasus kerusakan Istana Golestan ini kembali membuka diskusi lama: dalam perang modern, seberapa aman warisan budaya dunia?

Kerusakan akibat gelombang kejut mungkin terlihat “tidak disengaja”, tapi dampaknya tetap nyata. Benda-benda berusia ratusan tahun yang nggak bisa direplikasi bisa hilang dalam hitungan detik.

Di tengah perang yang terus memanas, dunia sekarang bukan cuma menyaksikan konflik geopolitik — tapi juga potensi hilangnya jejak sejarah yang nggak tergantikan.

Gen Z Takeaway
Kerusakan Istana Golestan jadi reminder keras kalau perang modern nggak cuma soal strategi dan politik, tapi juga soal hilangnya identitas budaya yang nggak bisa diganti. Ketika konflik memanas, yang ikut terancam bukan cuma bangunan fisik, tapi juga sejarah ratusan tahun yang jadi bagian dari memori kolektif dunia. Di era serba cepat ini, pelestarian warisan budaya bukan cuma urusan negara terkait — tapi tanggung jawab global.

Istana Golestan Konflik UNESCO Warisan dunia Warisan Dunia UNESCO

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB