Iran Berkabung Nasional, Gelar Pemakaman Massal Korban Serangan AS-Israel
astakom.com, Jakarta - Upacara pemakaman massal dilakukan untuk 165 siswi dan staf yang meninggal dalam serangan bersamaan Amerika Serikat (AS) dan Israel di sebuah sekolah di selatan Iran.
Pemerintah Iran memperlihatkan ribuan warga yang memenuhi alun alun publik di Minab.
Para pria yang mengibarkan bendera Republik Islam, sembari berdiri secara terpisah dari beberapa para wanita yang menggunakan cadar hitam.
Para massa mengutuk serangan AS dan Israel atas anak anak perempuan di Iran tersebut.
Kuburan Gadis Muda': Menlu Iran Kecam Keras Pemboman Fasilitas Pendidikan
Abbas Aragchi Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa AS dan Israel membunuh para siswi yang berada di sekolah."Ini adalah kuburan yang digali untuk lebih dari 160 gadis muda tak berdosa yang meninggal dalam pemboman sekolah dasar oleh AS-Israel. Tubuh mereka hancur berkeping keping. Beginilah wujud nyata dari ‘penyelamatan’ yang dijanjikan oleh Bapak Trump. Dari Gaza hingga Minab, orang orang tak bersalah dibunuh dengan kejam,” kata Araghchi melansir dari Al Jazeera, Rabu, (4/3/2026).
"Terus menyerang daerah pemukiman tanpa pandang bulu, tanpa terkecuali rumah sakit, sekolah, fasilitas Bulan Sabit Merah, maupun monumen budaya,” ucap Esmaeil Baghaei.
Lautan Duka di Minab
Pejabat Iran mengungkapkan bahwa lebih dari 160 jiwa melayang ketika sebuah sekolah perempuan di Kota Minab diserang pada Sabtu lalu di tengah serangkaian serangan besar oleh AS dan Israel yang membidik fasilitas militer serta pemimpin Iran.Melansir dari laporan BBC, pada Rabu, (4/3/2026), mereka mengungkapkan belum bisa memverifikasi secara mandiri jumlah korban yang diinformasikan oleh otoritas Iran itu.
Investigasi Militer: Antara Target Markas IRGC dan Bantahan Israel
Sekolah itu diketahui terletak tidak jauh dari markas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).Militer AS menyatakan sedang mengevaluasi laporan insiden itu, sementara militer Israel mengungkapkan bahwa mereka “tidak mengetahui” adanya operasi di area tersebut.
Ratusan pengunjung memenuhi jalanan untuk memberikan penghormatan terakhir dalam acara pemakaman yang ditayangkan di televisi pemerintah Iran.
Petinya yang dibalut bendera Republik Islam dibawa melalui kerumunan, sementara suara narasi menjelaskan kesedihan orang tua yang kehilangan putri putri mereka.
Presiden Pezeshkian Sebut Sabtu Kelam Sebagai Kejahatan Perang
Otoritas Iran melaporkan bahwa sekolah itu diserang oleh tiga rudal pada pagi hari Sabtu. Lokasinya sekitar 600 meter dari markas IRGC.Di Iran, minggu kerja dimulai dari hari Sabtu hingga Kamis, dengan Jumat sebagai satu-satunya hari cuti resmi, sehingga sangat mungkin sekolah masih berfungsi saat serangan berlangsung.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut kejadian tersebut sebagai “aksi barbar” dan “lembaran kelam lain dalam daftar panjang kejahatan para penyerang.”











