astakom.com, Jakarta — Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3/2026), pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Kabar wafatnya Try Sutrisno beredar melalui pesan berantai yang mengatasnamakan pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta telah dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Dalam informasi tersebut, jenazah Wapres Ke-6 Try Soetrisno akan dimandikan di RSPAD, kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut rencana, jenazah akan dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada siang ini.
Usia sudah menginjak 90 tahun
Pihak keluarga menyebut tidak ada penyakit tertentu yang dialami Try yang menjadi penyebab meninggal dunia.
Anak Try, Taufik Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa kondisi kesehatan sang ayah menurun karena faktor usia Try yang sudah menginjak 90 tahun.
“Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yg spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya,” kata Taufik di RSPAD Gatot Soebroto, Senin, dikutip dari media.
Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto
Taufik menuturkan, sebelum wafat, Try telah dirawat di RSPAD sejak tanggal 16 Februari 2026 lalu karena sempat tidak punya selera untuk makan.
“(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuman tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan,” kata Taufik.
Taufik menuturkan, tim dokter RSPAD dan kepresidenan sudah mengupayakan pengobatan terbaik kepada Try.
Namun, pada Senin pagi, keluarga mendapat kabar bahwa kondisi kesehatan Try memburuk dan dinyatakan meninggal dunia.

