astakom.com, Jakarta — Pemerintah memastikan seluruh moda transportasi dalam kondisi siaga untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kesiapan ini mencakup infrastruktur jalan hingga transportasi multimoda, seiring lonjakan pergerakan masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan pemerintah terus mengawal persiapan agar arus mudik berjalan aman dan lancar.
“Kita saat ini terus mengawal agar arus mudik yang diperkirakan juga akan mengalami kenaikan dan sekaligus kita berharap infrastruktur itu siap untuk menunjang arus mudik termasuk arus balik Lebaran,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Perbaikan infrastruktur dikebut jelang puncak mudik
Menurut AHY, perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah. Jalan-jalan yang berada dalam kondisi kurang baik terus dipercepat penanganannya agar tidak menghambat perjalanan pemudik.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah menyiapkan program cepat (quick response) untuk menangani ruas-ruas jalan rusak yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik. Fokus perbaikan meliputi jalur utama nasional, akses menuju pelabuhan, bandara, hingga simpul-simpul transportasi strategis.
Sebagai latar belakang, setiap musim mudik Lebaran pemerintah rutin melakukan peningkatan kualitas jalan nasional dan jalan tol, termasuk penambalan lubang, perbaikan drainase, serta penguatan struktur di titik rawan longsor atau genangan. Langkah ini dilakukan mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang kerap memicu kepadatan di jalur favorit.
Transportasi multimoda disiagakan penuh
Di sektor transportasi, Kementerian Perhubungan menjadi garda terdepan dalam pengaturan arus lalu lintas dan operasional angkutan Lebaran. Pemerintah memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi darat, laut, udara, dan kereta api.
“Kita harapkan transportasi multimoda, baik melalui darat, laut, udara termasuk juga sektor kereta api, semuanya siap, baik sarana maupun prasarananya,” kata AHY.
Untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026, pemerintah menyiapkan sedikitnya 31.000 unit bus, 829 unit kapal laut, 392 unit pesawat, dan 3.821 unit sarana kereta api.
Sebagai gambaran, pola pengamanan dan pengaturan ini merujuk pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, seperti saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), di mana koordinasi lintas kementerian dan lembaga dinilai mampu menekan angka kecelakaan serta mengurai kepadatan di sejumlah titik krusial.
Pergerakan capai 143,91 juta orang, mobil pribadi mendominasi
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.
Moda transportasi yang paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebanyak 76,24 juta orang. Disusul sepeda motor 24,08 juta orang dan bus 23,34 juta orang.
Dari sisi jalur, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol dengan proyeksi 50,63 juta orang. Sementara pengguna sepeda motor lebih banyak memilih jalur alternatif non-utama, yakni sekitar 8,65 juta orang.
AHY mengakui tantangan terbesar setiap musim mudik adalah faktor cuaca. Pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem di berbagai titik rawan, termasuk dengan pemantauan intensif dan koordinasi bersama instansi terkait.
“Kita mengantisipasi cuaca ekstrem di berbagai lokasi. Tetapi pengalaman terdahulu, baik menyiapkan Lebaran maupun Nataru, Alhamdulillah setiap tahun ada perbaikan,” tambahnya.
Sebagai catatan, cuaca ekstrem seperti hujan lebat, banjir, dan longsor kerap menjadi faktor penghambat arus mudik di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, kesiapan infrastruktur dan sistem transportasi menjadi kunci utama dalam memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman.

