RI Bidik Chip! TSMC, NVIDIA, SK Hynix Disebut
astakom.com, London - Pemerintah mengindikasikan roadmap pengembangan semikonduktor Indonesia tidak berhenti di tahap pelatihan dan software capability. Dalam tahap lanjutan, Indonesia menargetkan lompatan ke generasi baru chip yang berpotensi membutuhkan investasi jauh lebih besar, termasuk pada proses yang disebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai “printing”.
“Invest-nya di periode selanjutnya pada saat kita menemukan atau meng-create generasi baru dari chips dimana akan ada investasi yang lebih besar terkait dengan printing... bahkan mungkin dari mereka itu nanti akan juga invest di Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangan persnya, setelah Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan framework agreement antara Danantara dan Arm Limited di London, (23/2).
Pernyataan itu menunjukkan pemerintah melihat kerja sama Danantara–Arm sebagai pintu masuk ekosistem, bukan tujuan akhir. Tahap pertama difokuskan pada pengembangan kemampuan software dan desain, lalu tahap berikutnya diarahkan untuk menarik investasi yang lebih dalam ke rantai nilai semikonduktor.
Airlangga juga menekankan bahwa fase awal akan dikerjakan bersama perguruan tinggi dan trainer dari ekosistem Arm. Strategi ini mencerminkan pendekatan bertahap: bangun talenta dan desain dulu, baru memperluas ke investasi yang lebih padat modal serta teknologi manufaktur yang lebih kompleks.
Jika roadmap ini berjalan, dampaknya tidak hanya terasa pada sektor teknologi, tetapi juga pada struktur industri nasional mulai dari elektronik, otomotif, data center, hingga inovasi digital berbasis AI. Namun, realisasi tahap lanjut akan sangat ditentukan oleh kesiapan SDM, regulasi, dan daya tarik investasi Indonesia.
GenZ Takeaway
Tahap awal adalah belajar & bangun skill. Tahap sela selanjutnya narik pemain besar masuk. Jadi ini bukan proyek instan, tapi roadmap buat naik kelas industri.











