Jadi Wakil Komandan ISF, Pengamat Nilai Kapasitas Indonesia Jadi Diakui Dunia!
astakom.com, Jakarta — Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) buat jaga perdamaian di Gaza, Palestina, jadi sinyal kuat kalau Indonesia sudah bukan lagi pemain pinggiran di panggung geopolitik global.
Pengamat politik sekaligus peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai posisi ini nunjukkin Indonesia makin diperhitungkan dan dapet trust lebih besar dari komunitas internasional.
"Mandat ini harus dilihat sebagai bentuk trust diberikan oleh dunia internasional. Penunjukkan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF merupakan pengakuan terhadap kapasitas, kredibilitas dan juga rekam jejak Indonesia selama ini dalam misi perdamaian internasional," kata Bawono dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).
Sejalan dengan prinsip politik bebas aktif
Ia menambahkan, keterlibatan Indonesia ini sejalan dengan prinsip politik bebas aktif yang dianut Indonesia, yakni tidak berpihak kepada blok mana pun dan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.
"Dengan menjalankan mandat sebagai wakil komandan ISF tersebut, Indonesia akan kian menegaskan posisi sebagai pemain aktif dalam menjaga stabilitas perdamaian global. Keberadaan Indonesia dalam forum Board of Peace adalah bagian dari inisiator forum itu, bukan pemain pinggiran," ucapnya.
Komitmen Prabowo wujudkan perdamaian
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah, khususnya Palestina saat menyampaikan sambutan pada Inaugural Meeting Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).
"Visi tentang perdamaian yang nyata ini akan tercapai. Akan ada berbagai tantangan, namun kita akan mampu mengatasinya. Kita akan mewujudkan impian kita akan perdamaian di Palestina, perdamaian yang bertahan lama serta solusi damai bagi persoalan Palestina, termasuk di Gaza," ujar Prabowo.
Penghormatan terhadap kedaulatan Palestina
Partisipasi Indonesia didasarkan pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan Palestina dan hak menentukan nasib sendiri bangsa Palestina.
Indonesia secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara, sesuai hukum internasional dan parameter internasional yang telah disepakati.
Misi perlindungan warga sipil
Keikutsertaan Indonesia dalam ISF bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi.
Mandat Indonesia bersifat kemanusiaan, dengan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan dan penguatan kapasitas Polisi Palestina.
Personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata mana pun.
Indonesia secara konsisten menolak segala upaya perubahan demografi maupun pemindahan atau relokasi paksa rakyat Palestina dalam bentuk apa pun.











